Copyright © Arga Litha
Design by Dzignine
22.5.13

Bisnis Tanpa Modal untuk Perempuan


Bisnis, sebuah kata yang ‘wow!’ maknanya. Bagi saya, bisnis ialah peluang untuk menstabilkan perekonomian. Bisnis merupakan hal ‘besar’ dan perlu perhitungan dalam menjalaninya agar tidak rugi. Dulu, saya pikir bisnis hanyalah bagi para pria, sebab untung-rugi tidak bisa dipikirkan mendetail oleh perempuan. Otak pria lebih logis, mengandalkan logika. Sedangkan perempuan mengandalkan perasaannya, hal beresiko dalam berbisnis sebab bisnis harus diperhitungkan lalu dilakukan, bukan hanya dipikirkan dan dirasakan.

Ternyata saya salah. Perempuan malah lebih ahli dalam berbisnis. Peluang perempuan lebih besar. Bisnis bukan hanya sekedar berjualan ataupun berdagang barang. Berbisnis bukan kemudian menjadi sales dan menawarkan apa yang ingin dijual. Bisnis tidak selalu memerlukan modal yang besar. Dan seiring bertambahnya kebutuhan dan keinginan manusia untuk mendapat kepraktisan, bisnis yang melibatkan perempuan sebagai pelakunya, lebih berkembang.


Untuk memulai bisnis ternyata tidak harus menggunakan modal besar. Tapi juga jangan membayangkan model bisnis yang terlalu besar dengan keuntungan fantastis. Rintislah dari keterampilan yang telah dimiliki. Pertimbangkan juga modal yang telah ada.

“Kerjasama, yuk!”

Itulah dua kata yang terucap apabila ingin berbisnis tapi tidak punya modal. Gaet teman ataupun saudara yang punya stok barang jualan dan tawarkannya pada teman juga tetangga terdekat. Perempuan memiliki banyak kebutuhan. Mulai dari kebutuhan akan bahan dasar masakan, kebersihan rumah, mencuci baju dan barang-barang anggota keluarga, serta kosmetik untuk perawatan diri sendiri. Dan hanya sesama perempuan yang mengerti akan kebutuhan tersebut serta mampu memenuhinya.

Di acara santai, perempuan biasa mencurahkan apa yang dirasakan, seperti hal yang mengganggu pikirannya, yakni barang kebutuhannya. Di saat itulah, sesama perempuan dapat menawarkan solusi, yang bisa saja berhubungan dengan barang yang bisa dijual. Misalnya ada yang mengeluh pakaian yang dicuci kurang bersih, maka teman perempuannya dapat menawarkan produk pencuci pakaian bermutu dengan harga terjangkau dan bisa titip dibelikan olehnya.

Contoh keripik yang pernah saya jual

Berjualan tidak harus secara face to face, yang mungkin membutuhkan waktu senggang lebih banyak. Untuk menghemat waktu, karena perempuan lebih banyak menghabiskan waktu untuk mengurus rumah, sarana online termurah dan terluas seperti Facebook dan Twitter sangat membantu. 


Seperti beberapa waktu lalu saat saudara saya berjualan kripik singkong, saya coba memasarkannya dengan meng-upload foto camilan tersebut di facebook. Alhamdulillah, ada yang merespon dan meminta dikirim ke alamat rumahnya. Dengan begitu, setidaknya saya dapat bagian keuntungan penjualan dan bisa memulai belajar bisnis kecil-kecilan.

Hobi ternyata juga bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah. Contohnya bila memiliki hobi melukis, bisa diaplikasikan dengan memproduksi aneka macam produk tas, kaos lukis maupun sepatu lukis. Bila hobi memasak, manfaatkan hobi tersebut dengan mencoba aneka macam resep baru yang belakangan ini sedang booming di pasaran. Ada cupcakes, rainbow cake, cookies unik dengan beragam bentuk yang pasti banyak penggemarnya. Bila mau repot sedikit, bisa dengan membuka jasa chatering. Tawari beberapa teman yang mungkin akan mengadakan acara syukuran. Boleh juga dengan bujuk suami/sanak keluarga agar mengajukan proposal pada atasan agar bila ada rapat, bisa pesan makanan pada perempuan-cantik-di-rumahnya-yang-top-markotop-masakannya.

Contoh artikel tentang kecantikan yang termuat

Karena hobi saya menulis maka saya menulis apa saja yang bisa saya tulis. Ada banyak media yang bisa 'diserang' dengan beragam model tulisan. Cerpen, opini, beragam tips dan juga TTS bisa dicoba. Saya sering mengirim cerpen, tips serta TTS ke media cetak. Hasilnya lumayan. Hal demikian bisa disebut bisnis, bukan? Tulisan 'dijual' dan mendatangkan uang.

Bila rajin online, bisa juga mencoba bisnis afilasi. Seperti bisnis yang saya ikuti. Coba klik link ini, pilih affiliate dan ikuti aturan selanjutnya. Tinggal isi data diri, centang semua yang disuka, cek email dan taraaaa ... sejumlah saldo mengalir di rekening. Mudah, tinggal dipromokan pada teman-teman agar mau mencoba, bisnis pun berjalan sesuai keinginan.

Bisnis itu bukan saja tentang barang yang dijual, namun dapat juga berupa jasa. Lebih minimal modalnya. Sebagai contoh membuat bisnis jasa les privat, melayani jasa pembuatan website, penulis artikel media online, jasa penerjemah, fotografer freelance, trainer atau motivator, makelar properti, membuka beragam kursus seperti kecantikan, memasak, menjahit, dan lain sebagainya.

Bila seorang mahasiswi maka bisa memasarkan buku-buku perkuliahan yang dibutuhkan teman-temannya. Atau karyawati, bisa mencoba bisnis fashion, mulai dari busana kerja, tas kerja, sepatu kerja, dan lain sebagainya. Bukankah perempuan selalu ingin sempurna dalam hal penampilan? Biasanya bisnis pakaian lebih diminati dan termasuk bisnis yang menyenangkan sebab pakaian ialah hal yang juga disukai penjualnya, perempuan.

Para ibu rumah tangga juga tidak menutup kemungkinan untuk bisa berkarya. Misalnya saja dengan menjalankan bisnis makanan khusus bayi dan anak-anak, membuka tempat penitipan anak, menawarkan aneka macam produk fashion untuk buah hati, serta masih banyak lagi peluang bisnis lainnya yang bisa dicoba untuk mendatangkan tambahan penghasilan. 


Perempuan lebih telaten. Banyak hal yang bisa dilakukannya. Sebab otak perempuan dapat memerintahkan tubuh untuk melakukan beberapa hal dalam satu waktu. Perempuan bisa membuat adonan makanan dengan tepat walaupun matanya tetap asyik mengamati anak-anaknya yang asyik bermain di halaman. Juga dapat mengetik apa yang dipikirkannya, walau sesekali jemarinya mengelus-elus kepala buah hatinya agar segera tidur. Kalau pria? Berantakan! Mereka hanya bisa konsentrasi pada satu hal.

Contoh buku yang pernah saya atur
tata letak dan aksaranya

Yang suka memainkan aksara seperti saya, bisnis jasa editor dan layout naskah juga dapat dicoba. Cukup ‘melek’ sehari semalam, dapat hasil kucuran dana di rekening. Asik, asik!

Pengalaman lainnya, ketika saya memiliki pakaian yang modelnya lucu, seorang teman tertarik ingin memilikinya model serupa. Saya katakan kalau beli di suatu tempat dengan harga ‘sekian’. Ia bisa nitip pada saya dengan tambahan uang bensin dan uang ‘letih’. Pun mempermak bajunya. Kalau kebesaran, ya saya jahit menurut pola sehingga pas sesuai keinginan. Jahitnya di tukang permak, sih. Walau begitu, saya dapat upah, loh. Bisnis nih!

Saat teman minta dimasakkan sesuatu karena akan ada acara di rumahnya, saya bantu. Caranya dengan menghitung jumlah pembelian bahan makanan, membelikan bahan masakan, dan membantu mencarikan orang untuk memasakkannya. Kalau saya bisa memasak, tentu saya yang masak. Kemudian saya mendapat upah darinya atas kerja keras saya.

Teman ya teman, bisnis ya bisnis. Walau perempuan lebih mengandalkan perasaan, kadang merasa tidak 'tega' dengan teman sendiri, tetapi pemikiran tentang bisnis harus ditanamkan. Prinsip simbiosis mutualisme harus ditekankan agar dapat menggeser kata tidak 'tega' dan menagih pembayaran atas jasa yang telah diberikan.

Ternyata bisnis itu mudah dan bisa dilakukan oleh semua perempuan. Asal, memiliki kemauan. Waktu masih bisa disisihkan, dana minim masih bisa dicari, tetapi kemauan harus digali dan yakin akan bisa!

Siapakah Anda untuk memulai bisnis? Kalau saya, sudah siap dari dulu.

tulisan ini disertakan pada Give Away : Perempuan danBisnis
Alhamdulillah ... Dapat hadiahnya ^^ 



12 komentar:

  1. Atha,, semangat terus ikutan GA. Sukses yo jeng :)

    BalasHapus
  2. Wah keren ini postingannya.... heeemmm kayaknya aku gak akan heran deh jika ini menang juga (spt biasanya) hehehe

    BalasHapus
  3. Wah rupanya bisnis yang dijalani sudah banyak ya?
    Semoga selalu sukses... termasuk GA ini :)

    BalasHapus
  4. salut sama kk atha ...... kk gmn sih buat kata" yg bagus kyk kk itu? da coba beeberapa lomba tpi masih belom menang :)

    BalasHapus
  5. setuju. Asal ada kemauan, ada jalan

    BalasHapus
  6. Mak ikakoentjoro: makasih Mak. Mari kita giat ikutan GA :D

    Mak Reni di catatan kecilku dan the others: saya segalanya dicoba, biar tahu mana yang pas :p

    Apria Ningsih Siregar: terus belajar kuncinya. masa sih bagus? yg bagian mana?

    Kaos Komputer: tentuuu ^^

    BalasHapus
  7. Berkunjung balik ^_^
    Wew, tulisannya panjang ^_^...Print dulu kali ya baru baca pelan2 :D
    Thanks for your visiting on my blog Jeng Litha ^_^

    BalasHapus
  8. terima kasih sudah turut serta di Give Away : Perempuan dan Bisnis ya Artha, good luck ;)

    BalasHapus
  9. Kereeeeeen...lanjut Thaaaa ! Sukses teruuss!!

    BalasHapus
  10. bunsal: sami-sami ^^
    lah, diprint :D

    Mbak Uniek: makasih ^^

    BalasHapus
  11. Tha... Selamat ya menangin GA ini..

    Mantaabb ^^

    BalasHapus
  12. Cieee, Selamat ya. Makasih juga info nya. jadi semangat buat ikutan bisinis :)

    BalasHapus

Yang sopan ya ^^