Copyright © Arga Litha
Design by Dzignine
2.9.14

Sekolah Gratis untuk Masyarakat Pesisir

“Apa impianmu?”
“Bikin sekolah gratis yang tarafnya internasional.”
“Emang bisa?”
“Bisa lah. InsyaAllah! Gak ada yang gak mungkin di dunia ini.”
“Aaamiin!”

Tiba-tiba teringat celetukan Ndoro Li beberapa tahun lalu. Ceritanya, saat kami ngobrol ngalor-ngidul, ngomongin banyak hal gitu, eh tiba-tiba temanya berubah jadi impian terpendam. Kekasih saya itu bilang pengen banget bikin sekolah gratis yang tarafnya internasional. Ia merasa kasihan pada mereka-mereka yang gak bisa sekolah karena minim biaya, lalu ikut sekolah gratis yang ala kadarnya. Akhirnya cuma bisa baca-tulis-hitung tapi kualitasnya kurang maksimal, kurang bisa bersaing dalam kehidupan bermasyarakat.

Kemarin saat baca Blog Bu Guru, saya jadi membayangkan ... andai punya uang 10 M, pastinya saya bakal bantu wujudin impian Ndoro Li. Bangun sekolah, tapi dengan gabungan konsep saya dong. Saya pengen bikin sekolah gratis setingkat sekolah dasar di daerah pesisir. Jadinya murid-muridnya ialah anak-anak nelayan. Kalau biasanya mereka dilarang sekolah karena dinilai habis-habisin uang dan mengurangi waktu untuk membantu orang tuanya cari uang, dengan bersekolah di SD saya mereka bakal didukung penuh dan bahkan diminta bersekolah setiap hari, meski hari libur sekalipun.

lokasi di hilir pelabuhan Pasuruan
Saya menamainya SD Bahari. Bangunannya tinggi, berlantai 4 biar jadi bangunan tertinggi. Dengan begitu, bisa mirip mercusuar. Para siswa bisa belajar mengenal keadaan laut dan sekitarnya dari lantai teratas. Bisa merasakan arah angin, melihat ombak dan pasang surutnya laut, memantau padat lengangnya arus transportasi laut, dan sebagainya. Kalau bangunan utamanya sih bentuknya kayak kapal, mirip-mirip bangunan Politeknik Perkapalan, tetangganya ITS itu tuh.

Bahan baku bangunannya harus yang kuat panas dan kelembaban pesisir. Mungkin nanti temboknya dari bata putih. Maunya saya bangun seluas 500 meter persegi, dengan jarak sekitar 200 meter dari tepi pantai. Karena saya tinggal di Kota Pasuruan yang juga daerah pesisir, saya membayangkan membangun SD Bahari di dekat pelabuhan. Ada areal kosong seluas yang saya inginkan di tepi hilir.

SD Bahari nanti mirip-mirip Poltek Kapal ini
Nah, sebagai tenaga pengajar akan saya cari yang benar-benar ahli di bidangnya. Untuk pengajar siswa kelas 1 hingga 3, saya ingin guru dengan pendidikan minimal S1 atau PGSD. Usianya minimal 30 tahun dan maksimal 40 tahun. Jangan terlalu muda karena biasanya kurang telaten dalam mengajar dan jangan terlalu tua agar tidak terlalu letih. Sebab anak usia kurang dari 10 tahun adalah anak yang aktif, berlarian ke sana ke mari, dengan rasa ingin tahu yang tinggi. Para siswa di tingkat ini juga akan dilatih renang oleh guru olahraga yang juga atlet renang, minimal atlet lokal. Sehingga mereka semua lulus dan lancar renang dengan baik dan benar, tidak seperti saya.

Untuk pengajar kelas 4 hingga 6, selain dari lulusan PGSD, juga boleh dibantu oleh para mahasiswa yang lagi Praktek Kerja Lapangan (PKL). Cara mengajarnya tidak boleh ‘kaku’, harus menganggap murid adalah teman agar para siswa tidak takut untuk belajar dan tidak malu bertanya. Nantinya juga ada beberapa siswa SMP dari SMP Unggulan yang datang untuk membagi pengalaman dan memberi kiat-kiat khusus pada siswa kelas 6 agar tidak grogi dalam menghadapi ujian nasional, pun bisa lulus dengan nilai terbaik dan diterima di sekolah terbaik pula.

Kalau kurikulumnya SD Bahari ikut apa kata pemerintah, saya mah gak terlalu ngerti tentang ini (bukan bidang saya, kurang paham juga kurikulum itu apaan). Tapi juga ada kurikulum ektra sesuai visi SD Bahari yaitu mencetak tenaga nelayan profesional sedari dini. Jadi nanti ada ekskul perikanan (budidaya ikan dan rumput laut), pertukangan (bikin kapal, reparasi kapal-mesin, dan semacamnya), ekskul arah angin, ekskul jual-beli (diajari bagaimana marketing yang topcer), ekskul ABK / Anak Buah Kapal (cara bersih-bersih, masak, cuci, dan sebagainya), ekskul kesehatan (pertolongan pertama pada mabuk laut atau kecelakaan laut lainnya) dan masih banyak lagi, deh.

Nantinya, SD Bahari saya ini berbahasa wajib Indonesia. Jadi, gak ada lagi deh generasi baru yang fasih bahasa daerah (Madura) tapi gagap bahasa negara. Wajib juga menguasai bahasa Inggris dan Arab. Wajib khatam Al Quran minimal 3 kali dalam 6 tahun pendidikan juga. Tujuannya agar tercipta generasi beriman yang bertaraf internasional tapi tetap nasionalis. Sekolah di sini gak pakai bayar. Gratis tis. Seragamnya juga bebas, boleh pakaian sehari-hari asal sopan.

Enggg ... kayaknya uang 10 M cukup deh buat wujudin impian saya ini. Bangunan SD Bahari nantinya menghabiskan dana sekitar 3 M, itu sudah termasuk fasilitas di dalam kelas dan beberapa kapal milik sekolah untuk tur di laut. Gaji pengajar minimal harus setara PNS golongan 2C biar hidupnya sejahtera dan ikhlas lahir batin mencerdaskan bangsa. Pokoknya 3 M cukup lah untuk gaji pengajar selama beberapa waktu. Sisanya buat tabungan sekolah dan hadiah bagi siswa berprestasi. Yang dapat nilai UAN tertinggi dapat hadiah sebuah perahu getek. Lumayan lah buat jaring-jaring kepiting dan panen rumput laut.

Bagaimana konsep sekolah impian saya? Keren, kan? Bagi kamu yang berprofesi sebagai guru, minat mendaftar jadi pengajar SD Bahari? Doakan impian saya ini lekas terwujud ya ....

pengen make ini
Oiya, doakan juga saya bisa menangin Joeyz Blogiversary Giveaway. Saya kepengen makai blazer batik merahnya itu tuh. Mejeng sama si dompet merah di kondangan pasti kece banget, dah. Moga saya juaranya ya ... jadinya kan tulisan saya juga bisa dibahas sama Bu Guru, kali’ aja Pak Menteri Pendidikan ikut baca dan ACC rencana saya ini. Lumayan kan ada suntikan dana, terealisasi, deh.
»»  KLIK biar paham...

Giveaway: “Tentang Kehilangan”

Heillooww...
Apa kabar kawan semua?

Lama tiada giveaway di blog ini, eh sekarang muncul lagi.

Seperti biasa, saya punya syarat untuk kawan semua yang mau hadiah dari saya. Sebelumnyaaa ... boleh yaa saya sedikit curhat.

Kawan semua masih ingat dengan Semi? Motor kesayangan saya itu kemarin digondol maling. Hiyaaa ... Gimana, dong? Gak punya motor, deh. -.-"

Sedih sih, tapi yaa gak sedih-sedih banget. Namanya juga hilang, mau gimana lagi? Masa mau nyalahin Mama yang naruh motor sembarangan? Toh itu motor juga awalnya gak ada, baru ada setelah dicicil dan lunas 2 bulan lalu. Lumayanlah bisa 14 bulan ngerasain motoran, vakum jadi Ratu Angkot. :D Yah semoga lekas ada gantinya, kuat buat nyicil lagi, hihi.

Nah, untuk tema giveaway kali ini ialah tentang kehilangan. Boleh deh kawan semua cerita tentang kehilangan yang pernah dialami. Entah itu kehilangan barang, seseorang, suasana, jati diri atau apapun. Ceritakan sesuai gaya bercerita kalian, minimal 4 paragraf, maksimal 1500 kata saja. Boleh ditulis di blog atau di catatan facebook. Tiap orang hanya boleh kirim satu cerita.

Tulis komentar di postingan ini sebagai bentuk keikutsertaan kalian dengan cara:
Tulis nama, judul dan link tulisan

Giveaway ini dimulai sejak postingan ini diterbitkan hingga 30 September 2014 jam 10 pagi. Pengumuman pemenang pada Milad Mama saya di tanggal 1 Oktober 2014.

Hadiahnyaaa???
Pemenang utama mendapatkan hadiah ini

Pemenang kedua hingga kelima mendapatkan hadiah ini

Penentuan pemenang berdasarkan cerita menarik nan berhikmah. Ada juga hadiah hiburan untuk 3 orang dengan sistem undian, hadiahnya masih rahasia.

Mohon maaf kalau hadiahnya ala kadarnya.

Yuk yuk ikutan! Selamat berkisah, ya ...


“Jangan ratapi kehilanganmu, karena semua adalah semu”
~~ argalitha



»»  KLIK biar paham...
1.9.14

Prodi Kebidanan Sutomo Poltekkes Kemenkes Surabaya

Vivat Kebidanan Sutomo, Vivat Solidarity...
We are, ... we are the number one!

Masih teringat jelas bagaimana yel-yel ini pertama kali saya kumandangkan bersama teman-teman seangkatan. Tepatnya 7 tahun lalu, saat orientasi mahasiswa baru di kantor pusat Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Surabaya di jalan Pucang Jajar Surabaya. Semangat yang begitu membara, kebersamaan dan tali persaudaraan yang terikat. Semangat para calon bidan, yang kemudian sebagian besar menjadi bidan sejati di daerah masing-masing.
poltekkes kemenkes surabaya

 Saya adalah alumni D III Kebidanan Sutomo. Ini adalah salah satu program studi (prodi) yang dimiliki oleh Poltekkes Kemenkes Surabaya. Bagi Anda yang ingin menambah ilmu di bidang kesehatan, kampus saya ini bisa jadi tujuan utama. Sebelumnya saya beritahu sedikit info. Di Jawa Timur, poltekkes milik kemenkes hanya ada 2 yakni di Surabaya dan Malang. Karena ini negeri, maka kualitasnya dapat dikatakan baik dan bahkan terbaik.

 

Poltekkes sangat banyak. Di Jawa Timur saja sudah ada ratusan, yang kebanyakan dikuasai oleh swasta. Hal ini berdampak pada jumlah lulusan yang meningkat pesat, tapi sayangnya kurang diimbangi dengan ketrampilan yang memadai. Bukannya membanggakan diri, namun di kenyataannya lulusan Poltekkes Kemenkes lebih banyak ‘dilirik’ karena nilainya memuaskan, baik dari segi ketrampilan serta sikap dan etika di masyarakat.

 

Kampus saya, Poltekkes Kemenkes Surabaya, memiliki banyak prodi. Ada D III Keperawatan (Kelas Unggulan Bertaraf Internasional, Soetomo, Sutopo, Sidoarjo dan Tuban), D III Kebidanan (Soetomo, Magetan, dan Bangkalan), D III Kesehatan Lingkungan (Surabaya dan Madiun), D III Teknik Elektromedik, D III Kesehatan Gigi, D III Analis Kesehatan, Gizi, D IV Keperawatan Gawat Darurat, D IV Bidan (Pendidik dan Kesehatan Lingkungan) dan D IV Teknik Elektromedik.


Dengan visi yaitu pendidikan tinggi kesehatan yang mandiri dan inovatif dalam menghasilkan tenaga kesehatan yang profesional dan bermartabat, Poltekkes Kemenkes Surabaya berjanji melayani dengan “BERSERI”, yang bermakna melayani dengan memberi Senyum, Salam, Ramah dan Ikhlas.

prodi kebidanan sutomo
Prodi saya berada di jalan Prof. Moestopo 8 A Surabaya. Tepat di sisi samping dan belakangnya RSU Dr Soetomo. Plakatnya kecil, memang. Tapi Prodi Kebidanan Soetomo ialah pusat dari jurusan Kebidanan.

Konsepnya ialah kuliah berasrama, mahasiswinya wajib tinggal di asrama hingga lulus. Makan sehari 3 kali dan dicucikan baju maksimal 3 potong per hari menjadi salah satu keuntungan kuliah di sini. Ini membuat mahasiswinya lebih fokus untuk belajar. Tugasnya banyak, namun pasti semuanya bisa diselesaikan tepat waktu karena mahasiswinya kumpul terus ... belajar terus ... garap tugas terus ... diskusi terus ...
 
asrama
Jangan khawatir akan bosan belajar. Boleh kok keluar asrama di luar jam belajar. Dari usai jam mandi sore hingga maksimal jam 9 malam. Karena letaknya di tengah kota, jadi bisa main ke mall, taman ataupun obyek wisata Surabaya lainnya.

Kelebihan lainnya dari segi pengajar. Dosen-dosennya adalah tenaga pendidik profesional yang sebagian besar berasal dari RSU Dr Soetomo, rumah sakit rujukan Indonesia bagian timur. Cara pembelajarannya juga tidak membosankan, bukan dengan mendengarkan ceramah tetapi dituntut untuk aktif mencari info sendiri dengan diskusi dan penyajian materi di depan kelas.

Maka tidak heran kemudian banyak alumninya yang memiliki banyak prestasi. Salah satunya pada salah satu even yang diadakan oleh kebidanan lainnya di Surabaya.

Proses penyaringan mahasiswa memang benar-benar menjadi poin perhatian utama. Mulai dari tinggi badan yang kurang 0,5 cm saja dari standart (di tahun 2007 standart-nya minimal 155 cm) bisa tidak lulus ke tahap adddministratif. Lalu ada Sipensimaru, ujian tulis untuk menjaring para mahasiswi berkualitas. Belum lagi tes kesehatan dan psikologi yang tidak bisa dianggap enteng.




»»  KLIK biar paham...
31.8.14

Wisata Murah Pasuruan

Yuhuu ... Selamat hari Minggu!
Nyanyi dulu, yuk!

“Pada hari Minggu kuturut Ayah ke kota
Naik delman istimewa kududuk di muka”

...

Itu tadi kan lirik lagu anak-anak. Kalau saya yang menyanyikannya, karena liburan bersama Shasa (keponakan), Din, Devi dan Selly (saudara) maka diubah jadi ... :
“Pada hari Minggu kuajak saudara ke kota
Naik kelinci, putar kota, kududuk di muka”

Eh, naik kelinci?
Iya! Serius! Bukannya gak sayang sama binatang. Habisnya ... Cukup pakai uang kecil, kita bisa nikmati indahnya Pasuruan pagi.

Penasaran?
*angguk-angguk
Mau juga?
*makin angguk-angguk
Ayooo ke Pasuruan!

Kali ini, nyontek Blog Jalan-jalan lainnya, saya akan bahas tentang salah satu kota di Jawa Timur. Kota Pasuruan, kota kelahiran saya yang luasnya cuma 77 Km2 ini berada di jalur utama antara Surabaya - Banyuwangi. Walau kota kecil, setidaknya kalian sudah pernah mendengar namanya. Kan Inul si Goyang Ngebor juga dari Pasuruan, hihi. Masyarakatnya beragam, yah ... sebagian besar suku Madura dan keturunan Arab, sih. Hehe.  Asal tahu saja, meski beragam, tapi semuanya punya kesamaan loh: suka ngumpul bareng keluarga di pusat kota!

Apalagi saat Minggu, uuuh ... ramai! Hari Minggu, bagi sebagian masyarakat, memang harinya santai, harinya keluarga. Bagi mereka yang terbiasa bekerja di hari aktif, Minggu menjadi hari yang dinanti karena bisa menyegarkan diri dengan berjalan-jalan bersama yang tersayang. Tidak perlu dengan menghabiskan banyak uang, jalan-jalan sekeluarga bisa diirit tapi hati tetap senang. Resepnya? Ya dengan tumplek blek atau beramai-ramai di pusat kota.

alun-alun Kota Pasuruan
masjid Jami' Kota Pasuruan

Sebagai Kota Santri, obyek wisata andalan Pasuruan ialah wisata religi. Pusatnya tentu di tengah kota yaitu di Masjid Jami’ Pasuruan, di mana ada makam KH. Abdul Hamid, ulama penting kota ini. Biasanya di Minggu pagi usai sholat Subuh, ada pengajian rutin. Pun pada malam Rabu dan Jumat legi. Penceramahnya adalah dari keluarga Assegaff, salah satunya Habib Taufiq bin Abdul Qadir Assegaff.

Karena mayoritas muslim, penduduk Pasuruan memenuhi pusat kota untuk mendengarkan pengajian. Para orang tua mengajak anaknya, saudaranya, tetangganya ... mendengarkan tausiah yang menyejukkan kalbu. Gratis. Selagi yang dewasa menambah ilmu, para anak-anak bermain-main di alun-alun yang berada tepat di depan Masjid Jami’. Banyak anak kecil yang terbiasa mengikuti tradisi ini. Mereka akan senang hati menunggu hingga pengajian usai, apalagi karena banyak orang tua yang menjanjikan mereka untuk naik kereta kelinci setelahnya.

kereta kelinci
Kereta kelinci hanya ada di Minggu pagi. Jam operasinya sejak mengaji selesai (sekitar jam 6 pagi) hingga jam 8 pagi. Dengan biaya Rp 6.000,- untuk tiket satu dewasa dan anak-anak, kita bisa berkeliling area Alun-alun, pasar besar, pelabuhan hingga daerah pecinan Kota Pasuruan. Lumayan jauh, areal putarnya hingga 5 Km.

Untuk yang suka liburan murah, sebelumnya bisa membawa bekal makanan dan minuman dari rumah. Kemudian naik kereta kelinci ini dan memakan bekalnya sepanjang perjalanan. Kereta kelinci berjalan pelan, sehingga tidak ada yang mabuk kendaraan. Juga aman nyaman. Nantinya, kereta kelinci singgah sejenak di pelabuhan. Orang tua bisa menunjukkan bagaimana indahnya pelabuhan kecil Pasuruan pada sang buah hati.

beberapa perahu di pelabuhan
“Hei, Nak ... itu ada kapal besar! Maem, yuk!”
Anak-anak yang nafsu makannya kurang pasti akan doyan makan sambil lihat kapal.

banyaknyaaaa perahunyaaa
“Tuh, kapalnya gede ... Kamu mau gede juga gak? Aaakkkk...!” ujarlah seperti ini sambil suapi sang buah hati.
*pengalaman pribadi saat mengasuh keponakan

Segarnyaaa menikmati pelabuhan Pasuruan di pagi hari. Bisa melihat ramainya kapal-kapal nelayan yang berlabuh. Ada yang besar, ada yang kecil. Dulunya pelabuhan ini menjadi sentral di zaman penjajahan Belanda, hingga timbullah nama Pasuruan yang katanya berasal dari akronim “Pasar Uang”.

ujung terutara pelabuhan
Usai berkeliling dengan kereta kelinci, mari kembali menikmati hijaunya rerumputan Alun-alun. Banyak permainan yang ditawarkan di areal ini, mulai dari scooter, pancingan ikan-ikanan, balon sabun dan sebagainya. Bisa juga bermain bola, bulu tangkis atau sekedar menggelar pesta kebun karena arealnya yang sangat luas, lapang dan bersih. Jangan lupa buang sampah pada tempatnya, ya. Ada banyak tempat sampah yang disediakan, hijau untuk sampah basah dan kuning untuk sampah kering.

main bulu tangkis, yuk!
main scooter cuma Rp 5.000,- loh
air mancur menyala di siang hari
Puas melakukan pemanasan di Kota Pasuruan, wisata murah kita lanjutkan dengan menuju Kabupaten Pasuruan. Berenang di Banyu Biru tentu mengasyikkan! Apalagi buat mereka yang belum sempat mandi karena kepagian mainnya, hihi. Karena berada di daerah kabupaten, maka kita menempuhnya dengan menggunakan angkutan. Dipatok Rp 6.000,- per orang untuk perjalanan sekitar 30 Km, lumayan murah kan?

Mata air yang berada di Kecamatan Winongan Kabupaten Pasuruan ini sangat menyegarkan. Mitosnya sudah ada sejak zaman Majapahit. Dengan tiket hanya Rp 5.000,- per orang, kita bisa menikmati 2 model kolam di sana, yaitu 2 kolam alami dan 2 kolam buatan.

Oiya, ini ada video perjalanan saya ke Banyu Biru bersama ketiga saudara saya dan seorang keponakan. Kami naik angkutan, keponakan bahkan tertidur lelap sepanjang perjalanan menuju Banyu Biru.



Kolam-kolam alami Banyu Biru berisi ikan-ikan yang konon merupakan jelmaan penunggu Banyu Biru. Ukurannya relatif jumbo, ada yang semeter lebih karena telah puluhan tahun di tempat ini. Ikannya susah ditangkap dan dilarang untuk dibawa pulang. Jangan takut saat berenang bersama ikan, karena ikannya tipe ikan jinak dan bahkan terasa geli saat bersentuhan dengan kulit kita.

Shasa dan kedua orang tuanya renang bareng ikan
kolam buatan Banyu Biru
Pada kolam buatan, lantainya berwarna biru. Mungkin ini juga menjadi salah satu alasan mengapa disebut dengan Banyu Biru. Terdiri dari kolam dewasa yang kedalamannya hingga 2 meter, dan kolam anak-anak yang kedalamannya mulai semata kaki hingga sebatas dada orang dewasa. Di kolam anak-anak kini dilengkapi dengan seluncuran dan bak air terjun yang menumpahkan air tiap setengah jam.

Jangan khawatir badan gatal usai berendam ramai-ramai di Banyu Biru. Karena usai berenang, kita bisa membilas diri dengan mandi di kamar mandi yang bersih. Ada biayanya, sih. Tapi demi kesehatan diri, apalah arti Rp 2.000,-. Airnya juga dari mata air Winongan, dingin .... Bbbrrr!

Wah! Puasnya seharian berwisata murah bersama keluarga. Hanya dengan modal Rp 100.000,-, hari Minggu bisa seseru ini! Ingat, catatannya bawa bekal makanan dan minuman dari rumah yaa biar irit dan tetap sehat karena anti jajan sembarangan.

Cheers!



Rincian penggunaan uang Rp 100.000,-:
  1. Naik kereta kelinci                                     4 x Rp 6.000,- = Rp 24.000,-
  2. Angkutan berangkat ke Banyu Biru         4 x Rp 6.000,- = Rp 24.000,-
  3. Tiket masuk Banyu Biru                            4 x Rp 5.000,- = Rp 20.000,-
  4. Angkutan pulang dari Banyu Biru             4 x Rp 6.000,- = Rp 24.000,-
  5. Mandi bilas diri                                          4 x Rp 2.000,- = Rp   8.000,-
*Biaya untuk anak di bawah 3 tahun tidak dihitung karena gratis


»»  KLIK biar paham...
28.8.14

Blog SiKonyols, Penuh Pup yang Tak Bau!


Pernah kenal dengan nama Angga Zulika Ramadhani?
Bukan! Dia bukan saudara kembarnya Nia Ramadhani!

Di dunia maya (dan dunia standup comedy), cowok kelahiran Palembang, 06 Maret 1993 ini lebih dikenal dengan nama Juju Onyols. Saya belum kenal aslinya bagaimana, sih. Tapi mahasiswa yang nyambil menjadi standup comedian dan tukang vector art ini kayaknya ngefans abis sama Raditya Dika dan pengen mengikuti jejaknya dalam membuat postingan-postingan fenomenal.

Okay, abaikan motto hidupnya yang "Jangan menyerah, jangan tertinggal, tumbuh perlahan" itu. Silakan simak satu persatu bahasan saya tentang blog sang mahasiswa Universitas Sriwijaya Jurusan Teknik Informatika yang juga punya koleksi http://artwork-sikonyols.blogspot.com/ ini yaaa ...


Di awal, agak sengak juga dengan icon ‘pup’. Kalau saja dulu saya bukan maniak film kartun, mungkin juga gak bakal ngeh dengan benda yang ujungnya berputar mirip ice cream cone. Itu pup! Pup! Maksudnya apa ada pup di mana-mana?

Bauuu!!!


Rupanyaaa ... ini adalah strategi pemasaran, pemirsah!
Pup diartikan sebagai simbol keunyuan, keimutan dan kekreativitasan. Lihatlah bentuknya yang sangat ajaib! Berlinting, hangat dan dipenuhi oleh aroma antusiasme. Ternyata baunya malah mengundang keingintahuan untuk mengulik isinya. Ada apa di dalam blog orange ini???

Didukung dengan warna dasar orange yang (kata google) berarti kegembiraan, gerak cepat, sesuatu yang tumbuh, independensi dan mengandung ketertarikan ... memandang blog ini memang berdampak pada peningkatan aktivitas mental. Buktinya ... makin banyak yang jatuh cinta dengan blog ber-design simpel ini, termauk saya yang jadi followers ke-400-nya. Wow!

Masih kepikiran juga sih kenapa SiKonyols pakai nama SiKonyols? Disesuaikan dengan model tuliannya yang bikin ngakak itu mungkin ya? Untung saja saya tidak ikut-ikut mengubah nama saya sesuai model tulian saya: bidan galau. Wahhh ... bisa berabe! Bisa-bisa galau melulu. Hihi, makanya bikin nama yang positif saja, seperti SiKonyols yang bikin happy banyak orang.


Sayangnya ... walau berisi banyak kategori, tapi isinya kurang di-update. Yah, harap maklum dengan kesibukan mahasiswa. Lagi pula ia pun masih mengejar karirnya di bidang standup comedy dan ngegambar vektor.

Sebagai  salah satu dari korban Pemberi Harapan Palsu (PHP) di dunia ini, saya terngiang-giang akan tulisan tentang lingkungan teror PHP, di antaranya: 

1. Kebelet Pipis, saat kepengen pipis eh gak keluar. Tapi pas gak kepengen pipis, malah jadi kepengen mainan di closet
2. Hujan, kebanyakan datang usai motor saya kinclong dimandiin pakai semprotan salju
3. Dosen (dan atasan), apalagi saat ngajuin target-target yang pengen banget buruan ditandatangani biar cepat lulus, cari uang, terus nikah
4. Penjabat, ... Pak, Bu ... kapan saya dilulusin jadi CPNS???
5. Provider, yang katanya ngasih diskon tapi malah bikin tekor

Oiya sekedar tambahan: tukang jualan cilok.
Dia ini biang PHP nomor 1! Biasanya waktu saya gak pengen beli, malah nongkrong di depan rumah sakit. Tapi pas pengen banget, eh malah gak nongol -.-“ Kemana engkau berada, Paaaak???

Inilah para pelaku PHP. Tak sekedar gebetan, para pelaku PHP  memang tukang bohong. Pembuat emosi jiwa! Yup, berhati-hatilah terhadap teror PHP! Sakitnya entuh di siniiihhh ...! #nujukhati


Kalau diamati, siKonyols mengalami masalah dalam memulai suatu penulisan. Kadang dia curhat kalau mau nulis apa, bingung. Kadang juga membuka dengan lagu-lagu yang ... eiiih ... wuzzz!


Mari melongo saat membaca:
Lebaran sebentar lagi
Para jomblo makin meringis
Na ngana Boo.. di
Poco… poco

Hah? Emang plesetan poco-poco begitu ya? Kasihan, jomblo yang terabaikan!

Eh tapi asyik loh. Dalam tiap tulisannya, SiKonyols selalu bisa menyatukan judul dan ilustrasi yang juga diberi judul. Kece kan? Kreatif!


Tapi... kalau bia sih nulisnya yang lebih fokus lagi. Masa habis ngomongin lagu gubahan poco-poco, lari ke masalah Palestina dan Israel. Terus ke berkah Ramadhan, pembawa rezeki pada sang Ibu. dapat hadiah cincin emas dari ngeblog, euy! Asyik! Bikin ngiri >.<. Moga cincinnya segera datang, ya?

Tapi berkah ramadhannya berlanjut ke kucing. Hiyaaa... Mojo dan Ojo. Sekedar ngembar-ngembarin saja, kucing saya yang namanya Bora mirip sama Ojo loh. Mana hobinya juga beranak, lagi.
Ini Ojo
Ini Bora, kucing pun punya kembaran

Ada baiknya kalau memisah setiap topik. Jadi tidak terlalu panjang dan lebih mengena. Postingan baru juga muncul, yang begitu-begini saja.

Kalau bisa sih lebih rutin lagi bikin postingan tentang keseharian. Bagaimana kisah-kisah konyol selama di kampus, di rumah, di percintaan yang mungkin gak sukses-sukses ... Ini kan membuat rasa penasaran bagi pembacaaa ... Sekalian publish video waktu ngisi stand up komedi, lumayan juga nambah followers, looohhh... Percaya dehhh....

Ayo dong! Ayo dong!

Oiya, selipin langkah per langkah dalam membuat art vector, dong. Yang simpel, saja. Suka deh lihat gambar-gambarnya itu ... Tambah terus juga ya komiknya, hihi. Edisi Jupe bikin gondog abis!

Selentingan pesan moral cukup menutup setiap tulisan SiKonyols dengan apik. Setidaknya poin utama yang ingin disampaikan telah ditangkap dengan mudah oleh para pembaca. Yah, walau banyak gak nyambungnya, sih. Haha! Namanya juga blog komedi.

Ada banyak ruang kosong di salah satu sisi. Saran saja sih, enakan keterangan tentang diri dan banner menerima orderan gambar vector diletakkan di samping, jangan di bawah. Sebab pembaca kadang tidak membaca hingga terlalu ke bawah, jadinya nyempil. Pun kalau bisa kolom komentar agak diperpendek, soalnya banyak banget yang komentar. Jadi klik scrooll-nya terlalu bersemangat, deh.

Salut dengan PageRank yang menginjak angka 3! Artinya blognya cukup populer. Prestasi yang luar biasa! Waaah ... bukan blogger sembarangan, nih! Pertahankan ciri khas ini, ya! Semoga makin banyak yang jatuh cinta sama kamu, SiKonyols, dan salah satunya jadi pengisi hatimu. Eaaa!

Senangnya main ke blog SiKonyols nih, selalu mau jawabin komentar yang ada. Wah, ramahnya ... Saya mah kadang-kadang saja bisa ngejawabin satu-satu. Hihi ... Gak heran deh kalau followers-nya SiKonyols nambah dan nambah terus! Congratz!

Pzzzttt... Bagi tips biar bisa 'dekat' dengan penulis-penulis blog yang kece-kece, dong! Pengen ikut tersesat di dunia SiKonyols, nih.


Makin giat ngeblog yaaa....

Cheers!!!




»»  KLIK biar paham...

Panah (Cinta)


Sebuah persembahan untuk cinta,
di mana panah cinta telah menyentuhku


Panah yang tak akan mengalihkanku darimu,
selalu membekas ...
karena luka bahagia yang tergoreskan

Terima kasih untukmu ...
Semoga kisah kita abadi








»»  KLIK biar paham...

Sertifikat APN, Kebahagiaan para Bidan

Definisi bahagia itu beraneka ragam. Tergantung masing-masing individu. Bagi bidan labil, kembali bisa meyakinkan diri kalau terus kuat jadi bidan ialah saat terbahagia. Seperti pada kondisi saya. Mendapat alat canggih berupa sertifikat, melanjutkan langkah saya di profesi ini. Setidaknya ... ini pencerahan terindah dan tidak lagi mogok jadi petugas kesehatan.

Bagi bidan, punya sertifikat APN (Asuhan Persalinan Normal) ialah sebuah keharusan. Yah, pengecualian bagi yang baru lulus terus langsung diangkat jadi CPNS dan akhirnya jadi malas mengurus sertifikat ini. Uuu, irinya saya. #eh

Saya pribadi, setelah bertahun-tahun menunda memilikinya karena berat di ongkos (harap maklum, gaji masih belum seberapa, euy! Biaya pelatihan dan ujiannya lumayan) akhirnyaaa ... sebelum bulan puasa tahun ini sudah bisa mendekapnya. Alhamdulillah, yay!



Kebayang dong bagaimana girangnya hati ini. Sekian lama menabung, potong anggaran buat jajan sembarangan, taraaa ... Selembar kertas tebal ini pun saya peroleh dengan perjuangan 9 hari di kota orang. Dari Pasuruan ke Malang (yang hampir tidak pernah saya kunjungi), saya bak Kera Sakti dan kawan-kawannya dalam mencari kitab suci. Yah, walau perjuangannya gak sampai bertemu banyak siluman, sih.

Mengapa ini jadi momen terbahagia saya?
Sebab dalam pengalaman ini, saya bagai terlahir jadi manusia yang lebih baik lagi. Mujarabnya berendam di air 7 sumur kalah jauh dibanding pelatihan yang saya dapatkan di sini. Perubahan total terjadi baik dari segi mental, spiritual, sikap dan pengetahuan. Jreng-jreng!


Bahagia karena berani mengajukan diri jadi ketua kelas!
Kata orang, pemilik zodiak Capricorn itu berjiwa pemimpin. Ah, masa? Kok saya malah sering mundur kalau harus jadi yang terdepan? Mitos, tuh!

Tapi saking bahagianya saya bisa ikutan ujian APN, saya sampai tak sadar mengacungkan diri waktu pengajar menanyakan siapa yang mau jadi ketua kelas. Baru ngeh ketika teman-teman tepuk tangan dan pengajar minta saya maju ke depan kelas.

“Loh, kok saya? Aslinya tadi mau ngapain ya kok sampai telunjuk saya terangkat?”
Weleh-weleh ... Cuma bisa ngomong dalam hati dan menikmati peran baru sebagai ketua kelas. Tidak apa, belajar bertanggung jawab! Ah, senangnya dapat kesempatan langka. Peran ketua kelas ialah sebagi penghubung antara pengajar dan yang diajar. Jadinya, saya jadi tahu info ter-update­. Hihi.
tebaaaakk... yang mana saya? Orange di belakang :p

Bahagia karena dapat me-refresh­ materi!
Saya sudah 4 tahun lulus kuliah D III Kebidanan. Tapiii, ilmu saya masih segini-gini saja. Ini semua akibat kurang serius dalam mengecap dunia kebidanan. Berkat ujian APN, saya jadi bisa kembali menjadi insan yang otaknya penuh dengan ilmu. Ada ilmu lama yang kembali terserap, ada ilmu baru yang langsung bikin saya jatuh cinta lagi dengan profesi ini. Contohnya saja saya jadi bisa menghapal jingle bidan yang dulu sempat eneg untuk saya nyanyikan. Ini dia jingle-nya ...



Yang menyanyikan adalah bidan-bidan senior. Saya hanya memberi efek tulisan biar kalian juga bisa mengikutinya. Mohon maaf ya, jangan lama-lama didengar. Nanti bingung itu maksudnya apa. Ikutan kuliah dulu deh biar ngerti, hihi.


Bahagia karena bisa belajar lebih sabar lagi!
Karena targetnya ialah harus dapat 3 persalinan normal yang ditolong sendiri (ingat, bukan ramai-ramai seperti saat dinas di rumah sakit) dan dinilai oleh bidan-bidan senior yang menjadi pengajar, ini menjadi steressor tersendiri. Bayangkan, ketiga pasien saya datang saat persalinan masih dalam fase awal. Artinya saya harus lebih sabar menunggu untuk proses kelahiran bayi (target utama ialah untuk menolong persalinan). Paling tidak, minimal butuh waktu 6 jam untuk saya dalam merawat ibu-ibu yang kesakitan selama masa pra-persalinan. Uuu ... walau capai, tapi harus tampil prima dan senyum selalu agar sang ibu merasa tenang.

Momen ter- dan terbahagia adalah ketika bisa menolong para bayi tanpa melukai sang ibu. Dalam artian, saya tidak meninggalkan luka pada jalan lahir ibu sehingga tidak perlu melakukan tindak penjahitan yang menyakitkan. Proses kelahiran bayi berlangsung dengan lancar, ibu dan keluarga senang. Hati saya bahkan jauh lebih senang, karena selain target yang berhasil saya dapatkan, saya juga berhasil jadi bidan sejati. Bidan sejati ialah ia yang mau menolong dengan hati, tidak lagi memikirkan materi.

Semoga pengalaman terbahagia ini terus melekat dalam diri, sehingga saya bisa terus jadi bidan sejati. Majuuu!


*tanpa judul: 648 kata

»»  KLIK biar paham...