Copyright © Arga Litha
Design by Dzignine
17.9.14

Nomor Peserta Akan Diterima Peserta Seleksi CPNS 2014

Assalamualaikum :)
Sehat? Alhamdulilllah ...
Saya mah walau kuota inet udah mulai dup-dup-an =.=" (apaan ntuuuh?), tapi bahagia selalu ^^

Oiya, mau bagi-bagi info nih. Sekalian curhatan, sih. Teteeeeppp...

Dari kemarin-kemarin, usai saya daftar online untuk seleksi CPNS 2014 dan kirim berkas ke panitia, Mama udah heboh banget buat tanya, "Nomor ujianmu udah datang? Pak Pos ngirim surat gak? Kamu gak salah nulis alamat, kan?"

Errrghhhh... 
Mama saya heboh, pemirsaaaahhh... Inih nyang mauh ujian siapaaaah?

Okelah tak apa. Mama memang selalu antusias untuk hal-hal seperti ini. Baguslah :)
Cek website sscn, gaswaaaat! Eror! Inih kenapaaaaa?

Tanya sama dukun paling mahatau, deh. Mbah google, siapa lagi. Bertemulah saya dengan berita ini:
Copas dari kabarbanyuwangi.info:
Pendaftaran seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkungan Pemkab Banyuwangi segera memasuki babak baru. Mulai hari ini (16/9), Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Banyuwangi mulai mengirim nomor peserta kepada masing-masing pendaftar calon abdi negara tersebut (semoga gak nyasaaaar ... aamiin!). Kepala BKD Banyuwangi, Sih Wahyudi mengatakan, pengiriman nomor peserta tersebut akan dilakukan melalui Kantor Pos ke alamat masing-masing pendaftar. Dalam paket kiriman nomor peserta tes itu juga akan dilampirkan pengumuman agar pendaftar aktif melihat website BKD Banyuwangi. (semoga inet gak pake ngambek dan bisa lancar lihat pengumuman) 
Sih Wahyudi menambahkan, hingga pukul 14.00 kemarin, jumlah pendaftar yang telah melakukan pendaftaran online sebanyak 1.796 orang. (Pendaftar segituh dibagi 51 formasi = 35 orang per formasi. Moga yang milih formasi bidan pelaksana gak banyak-banyak amaaaat. Kalaupun banyak, semoga saya bisa teteeeep lolos ke 5 besar. Yak cemunggguthhh!)


Uwowww....!

Menanti Pak Pos datang menyampaikan surat berharga :)

Terus, terus... bagi kalian yang gak milih instansi yang saya pilih, ada kabar terbaru apa?


Hei kawans... Jangan lupa ikutan giveaway saya ya. Ada pulsa gratis untuk kalian^^ Klik sini ---> argalitha.blogspot.com/2014/09/giveaway-tentang-kehilangan.html Cuma sampai akhir bulan ini, loh...

»»  KLIK biar paham...
10.9.14

Apa Benar Tyto Akan Mati Kalau Makan Burung Mati?

Kemarin pagi, saya cek jumlah pakan Tyto, burung hantu saya. Karena cara merawat burung hantu ialah dengan rutin memberi pakan agar cepat endut dan sehat selalu, maka saya tidak ingin kehabisan stok pakan Tyto. Tenyata saudaraaaah, si emprit tinggal 4, artinya saya harus ke pasar untuk membeli beberapa burung mungil tersebut untuk pakan Tyto selama beberapa hari.


kirim pic via line dengan kata-kata "calon
warga Banyuwangi yang baik hati nan santun"
Maka di liburan yang indah, masa di mana harusnya saya habiskan dengan berleha-leha bersama para kucing di atas kasur, kemudian saya isi dengan naik angkot. Pasar hewan di Kota Pasuruan letaknya di Kebunagung, sekitar 5 Km dari kediaman saya. Lumayanlah, sepanjang perjalanan saya sempatkan diri untuk selfie dan laporan pada Ndoro Li, ayahandanya Tyto :D 

"Tyto tambah gendut?" tanyanya.
"Gak punya timbangan hewan."
"Kamu kasih burung emprit kan?"
"Iya. Sehari 3. Kadang kalau banyak yang mati, tak kasih sampai 8 ekor per hari."

Si Li agak syok, "Kamu kasih burung mati?"
"Iyaaa ... Kenapa?"
"Nanti Tyto sakit terus mati, loh!"
"Ah masaaaaaa?"

Masa sih ada burung hantu mati karena makan makanan mati? #eh

Ya kan saya mikirnya ... sayang banget kalau emprit matinya cuma dikubur. Kalau dimakan sekalian kan jadinya gak mubadzir. Matinya juga gak sampai sehari, paling beberapa jam. Gak busuk, kok. Yaaaah ... ada beberapa semut yang gigitin mayat burung aja. #uhuk

Sepanjang perjalanan, saya terus mikir, "Tyto bakal mati gak yaaa?"
Kalau sampai mati, saya jadi ibunda yang tidak bergunaaa ... Urus burung saja gak bisa, gimana nanti urus anaaaak?


sama Pak Hari.
Itu saya bawa bungkusan isi emprit
Terus, sesampainya di pasar burung, saya nyari Pak Hari. Beliau adalah penjual burung emprit. Satu-satunya penjual burung emprit di pasar burung Kota Pasuruan. Seperti biasa, saya beli Rp 20.000,- dan dapat 20-an burung emprit. Bisa untuk seminggu, lah. Kadang dibonusin beberapa ekor lagi, kan saya pelanggan tetap, hihi. Kadang dikasih burung emprit yang mati atau yang lagi sekarat, disuruh langsung kasihkan Tyto biar dimakan. Tuuuh ... yang jualan aja nyuruh Tyto makan mayat!

Emang mayat burung itu haram dimakan burung, ya?

Setahu saya sih, mayat ikan aja boleh dimakan manusia. Kalau mayat hewan lain sih enggak boleh. Tapi ini kan yang makan sesama burung, masa haram? Masa bikin sakit? Masa ntar Tyto mati setelah makan ini?

Di pasar burung, ramai lelaki. Iyaaa... cuma saya yang perempuan. Pada heran juga, kok ada perempuan yang suka burung, mana burungnya burung emprit =.="


Pak Hari dan para burung jualannya. Ini lagi mau bungkusin emprit

"Mbak, mbak ... suka burung, ya?"
Inih pertanyaan apaaaah?


"Makasih, Bundaaaa," kata Tyto
Tapi ya biarin saja. No reken. Tidak perlu dihiraukan suara-suara sumbang tersebut. Yang penting saya dapat emprit, Tyto bahagia.

Waktu pulang naik angkot lagi, Pak Sopir tanya tentang apa yang saya bawa. Saya jawab kalau itu emprit buat pakan Tyto. Pak Sopir bilang kalau saya ini keji, membunuh burung kecil yang tak berdosa.

Jeng jengggg!
Kalau saya gak beli emprit, saya juga jadi manusia keji karena menelantarkan Tyto >.<

Tyto kan amanah. Mau gak mau ya harus saya pelihara setulus hati, walau sering saya beri burung mati. Hiyaaaa ....
»»  KLIK biar paham...

Katanya, Kucing itu Hewan Nokturnal. Masa?

Hari libur adalah hari kemerdekaan. Walau hari libur saya tidak selalu Minggu, tapi segenap hati menikmati dan mensyukurinya. Seperti hari libur lainnya, saya benar-benar memanfaatkan hari langka ini dengan sebijak-bijaknya. Usai mengantar Mama kerja ... (yah, walau cuma cium tangan dan dadah-dadah aja sampai pintu pagar, sih, gak bisa nganterin lagi karena gak mungkin juga saya anterin naik angkot), saya pun memulai ritual liburan. Yakni ... masuk kamar dan mulai ngenet!

Sebelum pintu saya tutup, para kucing berlarian memasuki kamar dan menempati tahta saya. Tempat tidur saya penuh! Tempat yang empuk dan nyaman ini disesaki kucing-kucing yang mupeng tidur. Hiyaaa ...


Bora bobok, Jali dan Ninin pose dulu sebelum bobok lagi
Ratunya kucing di rumah, Bora, yang merupakan induk berhobi beranak-pinak, langsung molor begitu menyandar di guling. Dua keturunannya, Jali (yang sandaran di bantal) dan Ninin (berhangat ria di selimut) masih sempet-sempetnya gangguin saya ngetik hingga akhirnya mereka berada di posisi wenak tersebut usai saya 'husss-husss'. 

"Ganggu, ih! Tidur sana!" saya pelototin mereka.
"Siap, Bos!" Jali dan Ninin minta upah difoto sebelum mereka ikutan molor seperti ibundanya.


Kata Ninin, "Mas, kita lagi difoto ya?"
"Iyaaa ... Jangan bobok dulu, sayang ntar gak jadi mejeng di blog :D," jawab Jali.

Ckckckck ... Ngaku-ngakunya hewan nokturnal. Tapi kenyataannya mereka kerjaannya tidur terus. Pagi usai sarapan, tidur. Bangun-bangun, eh minta makan. Kenyang, langsung tidur lagi di siang bolong. Bangun lagi, mainan di taman, Maghrib masuk rumah, ngeong minta makan terus tidur lagi jam 9 malam sampai Subuh. Kayaknya waktunya banyakan buat bobok, deh. Pantesan pada endut semuaaaa =.="


Kata Wikipedia:
Hewan giat malam atau hewan nokturnal adalah hewan yang tidur pada siang hari, dan aktif pada malam hari. Beberapa binatang seperti kucing memiliki mata yang dapat beradaptasi pada kondisi minim cahaya maupun kondisi terang. Banyak hewan noktunal seperti tarsius dan burung hantu memiliki mata yang relative besar dibandingkan ukuran tubuh mereka untuk mengkompensasi tingkat cahaya yang minim pada malam hari.

Masa? Masa? Buktinya para kucing saya tidurnya pagi-siang-malam.
Kalau Tyto sih, iyaaa... Burung hantu saya ini matanya melek cuma pas menjelang Maghrib sampai jam 6 pagi doang, haha.



»»  KLIK biar paham...
8.9.14

'Menyambangi' BKD Kabupaten Banyuwangi

Ada yang bingung 'menyambangi' itu apa?
Hihi, itu artinya sowan atau mengujungi.

Akhirnya pertanyaan, "Pilih instansi mana untuk daftar seleksi CPNS 2014?" terjawab sudah. Saya pilih instansi Kabupaten Banyuwangi, hanya bisa ambil 1 formasi. Fix, setelah berunding dengan Mama, ini pilihan akhir saya setelah mengamati dan menerawang lebih dari 500 instansi yang membuka pendaftaran seleksi CPNS. Semoga dimudahkan, aamiin.


Kemarin, Minggu (7 Agustus 2014), saya dan Mama tiba di Banyuwangi setelah menempuh 8 jam perjalanan dari Pasuruan. Dengan modal bokon (bondho takon aka berbekal bertanya), sampailah kami di Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kabupaten Banyuwangi.

jepretan saya, maaf agak miring
takut dikira paparazi pas motret ini

Lain ladang, lain ilalang. Di daerah orang, memang harus betul-betul hati-hati. Dari Pasuruan ke Banyuwangi, kami naik bus ekonomi dan turun di Terminal Karangente. Di sini, kata orang kami harus naik angkutan 1 agar bisa turun di daerah terdekat BKD. Tapi karena kaki pegal untuk berjalan ke arah angkutan umum, tergiurlah kami untuk naik becak. Apalagi Pak Tukang Becaknya bilang kalau tarifnya hanya Rp 5.000,-. Ini tarif setelah menawar, sih.


Mama sebelumnya tanya, "Berapa, Pak, kalau ke kantor pemerintah?"

"Ke Pemda sepuluh ribu, Bu."
"Lima ribu, po'o..." Mama menawar setengahnya.
Pak Tukang Becang (yang selanjutnya saya singkat jadi PaTuBe) mengangguk, "Inggih, pun."
"Ke BKD, ya Pak ..."
"Inggih." PaTuBe bilang 'iya'.

Kami pun duduk di kursi penumpang dengan senyum bahagia, kapan lagi bisa naik becak murah? Sepanjang perjalanan, saya mikir... Kok jauh amat ya kantornya? Sudah 3 Km berlalu, kok gak turun-turun? Ini yakin cuma Rp 5.000,- sejauh ini? Murah banget! Pasuruan mahal, dong becaknya ... Widih! Kalau jadi hidup di sini, mau dong naik becak terus. Asyik!


Ulala ... PaTuBe ternyata tidak tahu BKD itu di mana. Harap maklum, bukan pegawai. Kami diturunkan di belakang kantor pemerintahan kabupaten. Agak syok juga, sih. Nyasar dong. Lebih syok lagi saat PaTuBe meminta ongkos Rp 20.000,-. Ternyata PaTuBe melanggar kesepakatan. Katanya Rp 5.000,- ternyata malah Rp 10.000,- per kepala. Sejak kapan naik becak dihitung per kepala? Wink!


Sudahlah ... Mari melanjutkan perjalanan dengan bertanya pada Mas-Mas-Penjaga-PinTu-Samping. Kata Mas entuh, BKD adanya di gang sebelum Universitas 17 Agustus (Untag). Lah, pantesan! Kantor Kabupaten Banyuwangi ada di Jl. Adi Sucipto, padahal BKD tulisannya di Jl. KH Agus Salim. Kelebihan sekitar 1,5 Km, Pemirsaaaaah ...


Mau naik becak lagi? Kapok! Nanti dibohongi lagi. Sakitnya dibohongi itu loh di sini #nujukdada


Mau naik angkot, nanti takut disaari juga #parno


Akhirnya jalan kaki sajalah. Berakit-rakit ke hulu, bersenang-senang kemudian. Bercapai jalan kaki dahulu, minum es kemudian. Saya dan Mama jalan kaki sambil noleh kanan-kiri. Mengagumi kantor-kantor pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang memiliki poster potret kegiatan masing-masing instansi. Wah, ternyata pejabat dan pegawai PemKab Banyuwangi narsis yah. Peace!


Kebersihannya juga oke punya. Jalanan tanpa sampah. Asri banget, lagi. Teduuuh ... dengan pohon-pohon penghijau yang bikin suasana makin sejuk, gondok pun hilang. Kami jadi kerasan di sini. Enak, gak sepanas kota kami, Pasuruan. Sayangnya gak bisa berlama-lama, cukup 1 tujuan, 'menyambangi' BKD lalu pulang karena Minggu saya dinas malam.


Jadi, untuk menuju BKD Kabupaten Banyuwangi, cukup dengan mencari jalan kecil (atau gang) sebelum UNTAG. Kemudian belok kiri (Jl. KH Agus Salim) dan cari nomor 20A. Kantor BKD ada di sisi kanan jalan. Dari jalan raya (Jl. Adi Sucipto), masuknya sekitar 600 meter. Lumayan besar juga jadinya ini otot betis, haha. Anggap saja latihan jalan kaki untuk umroh. Kata Mama, kalau kita ke Mekkah - Madinah, jalan kakinya lebih panjang daripada ini. Ini mah cuma pemanasan.


Di papan pengumuman BKD, selain ada info tentang pendaftaran seleksi CPNS dan IPDN, ada tulisan begini:

Pantesan di hari kedua, registrasi di regpanselnas susah. Apalagi di sscn, dicuekin. Untung pada hari keempat, admin fanspage BKN bantuin. Baca tulisannya di sini biar ngeh dan bisa paham gimana jalannya pendaftaran yang katanya agak ribet ini.

Maunya sih, mumpung ada di BKD, sekalian tanya apa berkas saya sampai dengan selamat dan sehat wal afiat? Tapi kok ya ragu. Kata orang Jawa: saru, gak sopan. Lebih baik tunggu nomor pendaftarannya via pos saja. Kan ketentuannya juga gitu. Nanti daripada dikiran mau KKN terus dicoret dari daftar, yah ... hilang kesempatan untuk kais rezeki di luar daerah asal.


Ah, Kabupaten Banyuwangi ...

Mau ya ditambahi satu penduduk lagi? Saya! Mau ya ... Mau yaaa? #anggukangguk Sip!
di sini banyak acaranya


»»  KLIK biar paham...

Ratu Angkot

Seminggu sudah kepergian Semi (yang mau ikutan Giveaway: tentang Kehilangan ... monggo ...), seminggu jua saya kembali ke predikat awal: Ratu Angkot (angkutan kota). Semenjak memakai kostum sekolah biru-putih, saya sudah menggunakan jasa transportasi umum ini. Dari tarif Rp 750,- di tahun 2000-an hingga Rp 3.000,-.


Hanya ini transportasi yang aman, nyaman nan murah yang bisa saya pergunakan sedari dulu. Keluarga saya hanya punya satu motor, dan itu pun di-preteli adik saya. Baru tahun 2013 lalu nyicil motor, patungan antara saya dan Mama, terus ngilang -.-". Ada sih mobil, tapi malas makainya :D Boros BBM! Sedangkan jarak antara rumah-sekolah dan rumah-rumah sakit (tempat kerja Mama dan saya sekarang) ialah 5-6 Km, karena rumah kami berada di pinggiran kota. Mau naik sepeda angin, saya angkat tangan. Capai! Kayuh pedal sepeda itu pekerjaan berat, euy!

Angkot Pasuruan (biasanya dipanggil 'len') warnanya biru. Seperti angkot di daerah lain, ini adalah mobil cherry yang duduknya telah dimodifikasi, sisi kanan bisa untuk 7 orang dan sisi kiri untuk 4 orang. Yang belakang bisa untuk seorang, sisi dekat pintu bisa untuk 2 orang dengan syarat badan penumpangnya kurus.

Pada sisi depan dan belakang angkot, ada lambang huruf sebagai penanda dari rute angkot. Lambangnya adalah alfabet A hingga J, lalu loncat ke Q dengan tambahan angka 1 hingga 3. Untuk rutenya, saya sendiri kurang hapal. Walau predikatnya ratu, tapi kan hanya angkot-angkot tertentu yang saya tumpangi, hihi.

Misalnya:
A1 --> terminal lama, Jl. Pahlawan, Jl. Dr. Wahidin (lewat depan RS), Kebonagung, Jl. Panglima Sudirman, Jl. Jawa, Jl. Soekarno Hatta (lewat depan SMPN 2), terminal lama

A2 --> Kebonagung, kel. Tembok, SMP 9, Jl. Pati Unus, Jl. Veteran (lewat Perum Bugul Permai), terminal lama

Kalau teman-teman mau ke rumah saya, bisa naik E2 atau E1 dari terminal lama ataupun terminal baru. Iya, terminal di Pasuruan ada 2. Yang lama sekarang hanya untuk parkir wisata, untuk kendaraan yang penumpangnya ingin mengaji di Masjid Jami' dan ke alun-alun, wisata murah Pasuruan. Sedangkan terminal baru (jaraknya hanya 500 meter dari rumah saya) untuk persinggahan bus antara kota. Kalau terminalnya para angkot sih di Kebonagung, belakang RS Dr R Soedarsono, satu-satunya RS milik Pemkot Pasuruan.


Apakah aman naik angkot?
Aman pakai banget! Angkot beroperasi mulai jam 6 pagi hingga jam 5 sore. Melewati daerah yang padat penduduk. Yah, walaupun penumpangnya kebanyakan hanya 1-2 orang, sang sopir angkot tetap dengan ramah melayani dan mengantar kita sampai rumah, kok.

Fasilitasnya?
Ala kadarnya, sih. Angkot ya begitu itu. Duduknya tak senyaman sofa di rumah masing-masing, tapi lumayan gak bikin ... maaf ... pantat ini pegal. Saya biasanya menempuh minimal setengah hingga sejam perjalanan ke kota, tapi ya asyik-asyik saja. Walau banyak yang berlubang, namun masih bisa diduduki.

Enjoy saja ber-angkot-ria. Apalagi kadang-kadang ada sopir yang suka karaoke-an, suasananya jadi full music. Terkadang lagu pop, kadang juga dangdut, kebanyakan qasidah-an sih. Oiya, full AC juga loh. Angin Cendela maksudnya, haha ... Maksa ya? :D

Saya sukanya duduk di depan, di samping pak sopir yang mengendarai angkotnya. Enak. Pakai acara ngerumpi. Kadang dikasih tahu tentang hot issue di kota ini, tentang BBM, walikota, pejabatnya, ada juga kritikan buat orang RS, haha. Daripada bengong, soalnya kan penumpang angkot juga langka, ntar takutnya malah kesurupan karena ngelamun dan sendirian di kursi penumpang. Sayangnya tadi pagi saat saya pulang dinas, sudah ada bapak yang merebut tahta saya, eaa...

Sendirian di angkot, bikin saya jadi selfie-selfie GJ -.-" Gak Jelas.


Itu tadi belum mandi. Iyaaa... kalau pulang dinas malam, saya emang gak pakai mandi dulu. Habisnya, dingin sih #eh

Taraaa ... ini angkot yang saya naiki untuk pulang tadi, E1. 



Ada yang jadi Ratu Angkot juga gak? Yang jadi Raja Angkot, mungkin mau kolaborasi sama saya buat bikin kerajaan angkot? Hahahaha ...






»»  KLIK biar paham...
6.9.14

Catatan Liburan Li: Kawah Ijen - Banyuwangi

Berhubung nanti malam mau mbolang sama Mama ke Banyuwangi (survey lokasi buat tes CPNS), jadi teringat gimana dulu Li, pacar saya, tiba-tiba 'terbang' nyampe sana. Laaaah >.<


Catatan 31 Juli 2011: cat. perjalanan seorang tracker


Banyuwangi menyimpan 

Keliaran Alam yang Menggoda & Keserdehanaannya


# chapter 1 : Danau diatas Awan - Kawah Ijen ( Lac-dessus des nuages - Ijen cratère )

kamis, 28 july '11
pukul 13.17
Dengan ditemani seorang partner berangkat ke st. semut surabaya menuju kawah ijen, dengan jalur banyuwangi, 
sial sampe stasiun ternyata kereta yang dimaksud mengalami perubahan jadwal... yang sebelumnya melalui st. semut ternyata kereta hanya berhenti sampe st. surabaya kota ( gubeng ).
kami pun bergegas ke st. surabaya kota mengejar jadwal kereta menembus kemacetan lalu lintas surabaya yang padat..
kebodohan 1st tanpa melihat jadwal kereta terkini di stasiun yang dituju...

pukul 13.55
tiba di st. surabaya kota setelah memaksa pak sopir bemo/lyn E buat nyetir gaya vin diesel style di fast five + g pake ngetem - ngetem...
LOL

pukul 14.10
berangkat menuju banyuwangi  menggunakan kereta api ekonomi sri tanjung dengan tiket Rp. 25.000,-/orang diperkiraan sampe tujuan jam 21.00.
* kebodohan 2nd informasi yang didapat tag lengkap,  tidak tau turun di st. apa nantinya...

pukul 22.25
alhamdullilah mendapat balasan message dari seorang kawan osing yang di surabaya untuk informasinya..
ngaku - ngakunyanya anak osing tapi g taw daerah banyuwangi haha....LOL

pukul 22.35
tiba di st. karangasem banyuwangi kereta mengalami keterlambatan dari jadwal semula pukul 21.00.. kami pun segera mencari angkutan untuk menuju terminal karangente.. but, ada banyak angkutan kota berjejer sopirnya molor semua di kursi penumpang.... terpaksadech menyewa 2 tukang ojek, pak yudi & pak eko, buat nganterin ke terminal..

sial ternyata catatan kecilq yang berisi rute2 yang harus ditempuh tertinggal dirumah.....

pukul 22.45
ciitttttt......ditengah jalan tiba - tiba si ojek berhenti mendadak.... " mas klo ke ijen gak perlu ke karangente sampean salah jalur..langsung kita antar ke daerah jambu.."

setelah saya jelaskan maksud saya dan ingejelasin klo kami baru pertama kalinya datang ke banyuwangi , si ojek bilang " mas klo dulu emank ada angkutan menuju ke arah ijen sekarang sudah g ada.. "

dengan memasang wajah melas takut dibo'ongi tukang ojeg.. kami keukeuh tetep minta dianter ke terminal...

eh, tak dinyana, tak dikira, tak disangka... salah satu tukang ojek yang bernama pak yudhi nawarin " kasian sampean mas, klo sampean g taw jalan besok saya anter ke licin ongkosnya Rp.25.000,- sekarang sampean tidur aja dirumah saya... kebetulan kamar depan kosong gak da yang makai.."

twing..???

"ato gini mas, mas saya carikan penginapan murah buat naruh badan semalam aja besok jam 6 pagi kita antar langsung sampe ke pengolahan belerang untuk cari truck yang naek kekawah.."

setelah berdiskusi dengan partner, di pilih pilihan ke2 biar gak ngrepotin orang+badan lelah habis perjalanan jauh..

setelah muter2 kota kami pun dapat kamar yang seharga Rp.35.000,-
gak rekomend banget ni kamar  dengan harga segitu klo dibuat lebih dari 12jam.. terpaksa ngambil coz penginapan laen da penuh + badan udah lelah..

jum'at, 29 july '11
pukul 06.00
pak ojek dengan tepat waktu sudah pada stand bye... dengan bekal informasi semalem darinative asli orang licin di warung nasgor semalem.. klo truck belerang gak ada liburnya seperti yang dikatain di milis temen2 backpacker yang bilang klo tiap sabtu libur untuk chek safety kendaraan + selalu ada angkot menuju daerah licin...
* sempet dropdown juga denger ada angkot ke licin coz kami uda terlanjur sewa ojek..

pukul 06.30
dengan diantar ojek kami sampe di tempat penampungan belerang di jambu... kami mampir dulu ke rumah pak nur salah satu sopir truck yang tepat di sabrang penampungan belerang untuk menanyakan ada truck ke atas apa tidak... dengan suguhan wedang kopi jahe gratis dari pak nur..kami berlima berbincang2 sejenak... (q, wilson, pak yudi, pak eko, dan pak nur).

aarrgh sial kata pak Nur tiap jumat truck gak da yang naek.. ternyata informasi yang dimilis2 keliru.. jadi tiap jumat truck belerang libur tidak ada yang naek.. klo turun kekota ada...
*wtf.. langsung terkena down syndrom...

pukul 07.45
kami pun berat hati berangkat ke atas dengan mercykel a.k.a jalan kaki 20km....
ternyata pak yudi & pak eko dengan baik hati mengantarkan hingga perbatasan perkampungan penduduk dengan perkebunan...tanpa tambahan biaya... hehe..
alhamdullilah jarak tempuh jalan kaki jadi 17km..
tetap optimis tiba di kawah sebelum tengah hari... meskipun bayang - bayang tracking dengan rekan rekan gasper di ranupane - bromo menghantui..

pukul 08.00
jalan 170m kami memutuskan untuk mengisi tenaga dulu sebelum perjalanan panjang...
bertemu dengan native...
aaaarrrgh.. informasi yang didapat sama saja tag memuaskan..

pukul 08.23
jalan kaki lagi 50m...
tiba - tiba kami dihadang sebuah warok.. ( a.k.a sebutan native untuk mobil troper )
jendela kaca terbuka.. " mas, mau keatas? aioo bareng dengan saya ke atas.. "

twinkk.twink.

alhamdulillah.. g pake banyak kata kami langsung nebeng gratis diatas warok..
ternyata si bapak warok maw jemput turis di atas..

pukul 08.30
memasuki perkebunan lidjen..
jalan menanjak dengan tanjakan 20-30 drajad kemiringan..
jalan beraspal rusak.. sejauh -+6km

pukul 08.47
memasuki hutan..
kondisi jalan menanjak terus dengan tanjakan 45-60 drajad kemiringan... sesekali belokan kecil dan 1 turunan..
jalan rusak berat berbatu, pasir, lumpur... sejauh -+ 11km
pemandangan benar benar eksotis..
mungkin ini yang disebut beberapa backpacker sebagai Jurassic way... karena pemandangan sekitar mirip dengan yang ada di film Jurassic Park

untung dapat tebengan warok klo gak bisa kayak tracking ranupane - bromo.. biar g banyak bawaan tapi kami gak bawa perlengkapan tracking malam+ransum tinggal sebotol air 250ml, sekerat roti...
kebodohan 2nd terulang.. LOL

pukul 09.30
tiba di paltuding.. pos perijinan kawah ijen
berkenalan dengan seorang penambang yang nantinya menjadi guide kami..
kamsud hati slonong boy.. eh, ketauan, bayar dech HTM Rp.2000
trima kasih pak penambang udah bawain tas kami dari bawah ampe atas tanpa imbalan sbatang rokok ataupun slembar uang untuk rokok.( padahal da dikasih buat beli rokok tapi ditolak dengan halus...ia bapak kami gak da yang ngerokok nie.. )


pukul 09.45
mulai mendaki ke kawah sejauh 3,2km tanjakan+sedikit jalan mendatar.. -+ 200m menuruni tebing ke kawah
tanjakan 25-35 drajad kemiringan..

dalam perjalanan yang kami temui hanya orang-orang manca aja kebanyakan dari prancis.. turis lokal yang kami temui hanya para guide turis asing saja+para penambang+native paltuding..

sempet juga di perjalanan nampang-nampang godain cewek - cewek prancis yang muda - muda cantik-cantik, eh, mbag guidenya yang nanggepin.. LOL

semoga bini ane g baca yang ini.....

pukul 11.19
ampe pos timbang / bunder..
tempat penimbangan belerang dari kawah sebelum dibawah turun..
disini akhirnya disini dapat berjumpa dengan orang lokal.. rombongan mapala fisip unej


pukul 11.57
tiba diatas tebing..
disini dapat menyaksikan pemandangan eksotis dan kawah, pegunungan ijen, gunung raung, gunung merapi..

bersantai dan bercanda di tepi tebing bareng turis korea, prancis, bapak - bapak penambang... dengan hati waspada..
belajar sedikit bahasa prancis dari bapak penambang senior.. tapi cuma mudeng 3 kata aja.. hello, merci, bonjour..haha...
sharing dengan bapak penambang senior.. jadi malu..
nggojlokin mbag2 dari korea,,,
sial pas poto bareng semua,,kameraq ngadat !! mati.... T.T

menyaksikan para penambang memikul belerang seberat 80kg naik turun tebing miris melihatnya.. maut begitu besar menganga tag sebanding dengan upah yang didapat.. hanya Rp.625/kg

ada insiden penambang yang terpeleset,,, untung sudah dijalur aman jadi masih bisa dipegang oleh kami yang ada disana.. almost.....

* inget di ranupane beristirahat di jalur SARS bedanya klo disana tebing berumput.. disini tebing berbatu cadas....
* sial...!!! kamera ngadat... mati murup...hufh.. rasae pengen loncat dari tebing ke kawah...!! gak isa narsis - narsis.. T.T
* fyi : jangan sampe batu sekecil apapun terjatuh dari tebing coz bakal menimpa orang - orang yang dibawah..

pukul 12.15
kami turun balik ke paltuding..
sayang tidak sampe di tepi kawah coz rekan mengalami kecapekan+alas kakinya tidak memungkinkan buat menempuh medan..
" saya bangga dengan jawa timur, mas.. bangga dengan sepak bolanya karena sebagian besar berasal dari jawa timur.. bangga jadi suporter surabaya.." itu kalimat2 yang terucap dari bapak penambang senior sebelum berpisah..

" haha.. saya juga bangga bapak jadi suporter surabaya.. suporter untuk persebaya pas l'anarchie et raciste,, "

pukul 13.13
tiba di pos perijinan kembali..
ngobrol dengan rombongan mapala fisip unej yang baru turun dari merapi mbabat alas ke ijen...
lumayan mendapat tawaran tumpangan turun..

bingung maw bermalam ato balik... abis liat rekaman punya turis yang di ijen pada malam hari.. amazing video like a trailer  avatar james cameroon.. pengen bermalem pi..... hanya ada 1 sleeping bag.. dengan kondisi alam seperti di bromo.. tag memungkinkan.. penginapan yang tag sebanding dengan harganya...

sempet binun juga disamperin cewek cantik marah2 pake bahasa thai.. ternyata kiehilangan kacamata di tempat kami cangkrukan dengan anak2 mapala...
puter2 parkiran ngobrol2 dengan driver cari info buat balik..

ngobrol dengan two brothers from netherland.. dengan bahasa inggrisku yang slenk..(slengekan a.k.a gak karuan)
tampaknya ngerti juga mereka..
mereka cerita klo di negara asalnya penambang belerang menggunakan machine setinggi kira2 9m tidak seperti disini it's very hard....

nyamperin guideq yang q lupa namanya bapak penambang baik hati yang rangkep jabatan jadi guide juga tukang ojek juga porter kami.. juga nyaranin buat bermalam.. pi dengan kondisi yang ada tag mungkin.. coba menawar ongkos ojegnya biar bisa dianter ampe kota agar duit cukup amp surabaya.. pi g bisa.. T.T

* akhirnya terungkap semua disini apa yang dikatain pak eko & pak yudhi ternyata informasi bapak juga betul.. tidak ada kebo'ongan diantara kita.. matur suwun sanget ingkang katah...

pukul 14.00
akhirnya bapak penambang baik hati yang rangkep jabatan jadi guide juga tukang ojek juga porter kami nyamperin kami  ngasih tqw klo mau pulang bisa numpang gratis di pak agus temannya pemilik warung disebrang jalan pos jaga ampe terminal blambangan kota bwi gratis....

twink..twink....twink..

tumpangan gratis lagi ampe kota..
langsung ke terminal tanjung sari.. cabut naek akas Rp. 42.000 ke surabaya...

sabtu, 30 juli '11
pukul 02.30
selamat ampe asal..

FYI :
kawah ijen dapat ditempuh 2 jalur ;
1. Bondowoso
Dari arah Bondowoso/Situbondo :
- Bondowoso/Situbondo menuju Gardu Atak (Kec. Wonosari) =  12 km ( jalan aspal baik)
-Gardu Atak menuju Kec. Sempol = 55 km (20 km jalan aspal di hutan rusak)
-Kec. Sempol menuju Paltuding = 15 km ( jalan aspal)
- Pal Tuding menuju Kawah ijen = 3,2 km (jalan kaki)

2. Banyuwangi
Dari arah Banyuwangi :
- Banyuwangi menuju Licin =  15 km (jalan aspal baik)
ojek Rp 20.000 - 25.000 ampe desa jambu
angkutan sayur Rp. 5000 ampe terminal Licin( kondisional, cuma ada 2-3 kendaraan, hanya pagi hari)
-Licin menuju Paltuding = 20 km (15 km jalan aspal di hutan rusak parah)
truck Rp. 5000 ke atas sekitar jam 8 ( licin-paltuding) jum at libur
truck Rp. 5000 ke bawah jam 12 (paltuding - Licin) jumat libur
- Pal Tuding menuju Kawah ijen = 3,2 km (jalan kaki)

NB: penggunaan mobil pribadi yang bukan 4x4 disarankan melalui bondowoso karena tanjakan lebih landai, dari jalur banyuwangi...
kunjungan terbaik july - agustus


See? Ternyata Ndoro Li juga suka nulis, yaaah... walau agak berantakan :D
Itulah gunanya saling melengkapi, maimeeen...

Btw, semoga nanti malam perjalanan saya dan Mama lancar nan selamat nyampai Banyuwangi. Semoga selanjutnya juga lancaaaarrr... Tes (nggak tahu tanggal berapa) lanar, bisa jawab semua. Keterima di sana, hidup di sana. Aamiin! Bismillah ...


»»  KLIK biar paham...

Catatan Liburan Li: Pulau Dewata

Catatan 28 Februari 2010 (maaf banget kalau masih 4L4y, haha...)


My Vacation

Dengan bekal 400rb..
Minggatlah q ke island of god semester ni..
Berangkat menggunakan K.A sri tanjung Rp.19.500 dari st. Semut menuju banyuwangi sesampai disana dilanjut dengan ferry Rp.5.700 dilanjut lagi dengan bus warna ijo sampai ubung denpasar Rp.30.000 oper taxi Rp.50.000 di kuta..
Home stay selama 4hr 3mlm di rumah orang yang baru kenal.. :p
slama 4hari muterin pulau pake motor Rp 40.000/hr

melet-melet sama pacar naik kapal


1st. day
start kuta..tujuan bedugul..mala nyasar ampe msuk tanah lot..setelah tu tersesat di tabanan..begitu kembali kembali ke rute awal..ampe depan pabrik joger ujan duerez..puter bali pulang..gagal dech kebedugul..T.T

2nd. Day's
start dari kuta dengan tujuan akhir bedugul..lha kok nyasar mane..mala jln2 di denpasar,gianyar,ubud,tapak siring,goa gaja,tirta krida,gunung kawi,naek lagi ke kintamani,tanya orang jalan lha kok nyasar digunung batur 1530m dpl,lanjut gunung penulisan 1740m dpl..keluar masuk desa berkabut..tembus ke singaraja..mampir di air terjun git2..lanjut bedugul teruz ke pemandian air anget angseri..track yang naik turun asyk menegangkan..

3rd day's
start dari kuta menuju ke uluwatu jalannya aserr (asyk seru) tidak kala ma di bedugul..lnjut ke dreamland maw liat bule nude..but..pantai dream lagi rusak karena abrasi jadi longsor..
Lanjut ke nusa dua liat bule g pake bra..,jln2 ke udayana boxeran..basa lagi bekas renang..aaa..lanjut ke sukawati..begonya liat sunset di sanur..(kepleg activate)

4th day's
pantai kuta-bo2'-pantai kuta lagi-bo2'..

Bwt makan??ditanggung ma yg punya rumah.. :P

pulang g da bus di ubung..nebeng orang ampe st.banyuwangi baru..
Ampe st.banyuwangi berhubung dini hari masi tu2p..pas enak2 piss of cure..disuitin bencong yang lagi mangkal.. T.T

*repost catatan facebook berdua jaman dulu 
penulis: Ndoro Li



»»  KLIK biar paham...