Copyright © Arga Litha
Design by Dzignine
22.10.14

Buru Giveaway Sebelum Libur Ngeblog

Haihai ...
Kamu suka gratisan? SAMA!
Kamu cuma suka baca-baca? Gak apa-apa ^^

Berita penting, nih. Ini postingan ke 325 dengan lebih dari 200.000 orang yang telah jadi pembaca tulisan-tulisan di blog ini looohhh... Horeeey!

Tujuan awal pembuatan blog ini adalah untuk mengabadikan hadiah-hadiah yang saya terima, pun mengabadikan karya. Tapi apa dikata, ternyata postingan hadiah yang saya terima malah bikin beberapa orang ... enggg...gitu deh #sakitnyatuhdisini Yaaa maaaf, akhirnya postingan hadiah di blog ini saya hapus. Hihi.

Tapi tenang saja, saya post even berburu gratisan yang saya ikuti. Monggo kalau mau coba-coba-berhadiah. Sementara ini saya juga lagi bagi pulsa loh, monggo yang mau ikutan... Siapa saja boleh ikutan^^






Oiya, saya ujian CPNS bulan depan. Mohon doanya ya biar bisa sah jadi warga Banyuwangi. Mencari penghidupan yang pasti di sana ^^ Mohon doanya ya biar lulus tes CPNS Kabupaten Banyuwangi 2014, makasih =')

Karena itu, saya harus mengurangi waktu 'main' saya di depan netbook. Iyaaa...saya internetan pakai netbook. Padahal via netbook juga saya latihan soal-soal CPNS. Akhirnyaaa.... lebih banyak 'main'nya daripada belajarnya >.< Karena itu...ini modem mau 'diamankan', sodarah-sodaraaahhhh...

Sebelum pengamanan, saya buru giveaway dulu. Siapa tahu ada yang nyangkut, kan lumayaaan. Jadi hiburan. Kejutan juga, nganggur-nganggur di rumah eh ada Mas Kurir yang datang bawa bingkisan. Alhamdulillah ... yay!!!

Kalau modem sudah berada di tempat yang aman, saya hanya bisa menghibur diri dengan ber-selfie. Mana para peliharaan tersayaaang? Sini-sini, nampang duluuu...


sama Jali yang tampaaan
sama Tyto yang telah bahagia di alam sana :')
sama Debora, si induk dengan puluhan keturunan

Terima kasih sudah membacaaa...
Mohon doanya biar lulus tes yaaa...
Saling mendoakan yang terbaik lah ^^

Sampai bertemu lagi bulan depaaaan =)

»»  KLIK biar paham...

Repost: "Crochet and Lipstick Birthday Giveaway!!!"

Ahaaay... Ikutan giveaway kosmetik lagi nih. Hihi ... siapa tahu beruntung dapat paketan kayak beberapa hari lalu, asyiiik!

Kali ini saya ikutan "Crochet and Lipstick Birthday Giveaway!!!"

Oiya... Giveaway ini diadakan oleh Mbak Sekar. Saya mengenalnya gegara beliau sering ikutan giveaway kosmetik dan sering menang! Kali' aja dengan ikut-ikut, jadi tertular menang :D
Yah ... kita tak akan tahu sebelum mencoba. Dan nyatanya ... dari rentang beberapa bulan ikutan giveaway kosmetik, udah 2 kali saya menangin paketnyaaa ^^ Padahal ikutnya jarang-jarang loooh.

Kali ini, saya pengen hadiah yang ini: Eyeliner. Kenapa saya mupeng dengan Mei Linda Defining Eyeliner Auto? Sebab satu-satunya bagian wajah yang suka saya hias hanyalah mata. Hahay! Saya suka mata sayaaaa ^^ Biar si mata minus ini makin cantiiik... biar hati ikut cantik, cantik lahir batin #eh

Dan ada satu lagi yang saya mau, yakni ... Tadaaaa....

Saya ingin produk Tanako Babe Skin Rosy Complexion Honey Cream ini demi menjaga agar kulit saya tetap lembab. Fungsi madu kan untuk melembabkan dan menghaluskan kulit =)

Cerita sedikit, nih. Saya punya masalah dengan kulit kering saya. Entah karena saya tinggal di daerah pesisir atau memang kemarau yang tak kunjung usai, akhirnya kulit saya bersisik. Hal ini sudah terjadi sekitar beberapa bulan ini. Huhuhu, tiap kali kulit tergores, pasti membekas garis putih layaknya kulit yang amat sangat kering. Terus akhirnya jadi gampang kusam dan seperti berkeriput >.<

Untuk wajah, saya tidak mudah berjerawat. Itu karena kulit saya kering. Bagus sih, tapi konsekuensinya ialah kulit jadi mudah keripuuuut. Di dahi, tampak goresan-goresan horizontal, huhuhu ... Usia saya baru 25 tahun! Oh gawat sekali!
ih tumit pecah-pecah >.<

Bagian kulit tubuh yang paling mengenaskan adalah bagian tumit. Telapak kaki saya mengalami kekeringan ekstra parah, karenanya tumit saya pecah-pecah. Padahal kalau di rumah dan saat kerja, saya selalu pakai alas kaki. Atau mungkin ini akibat karena saya malas pakai kaos kaki, ya?

Akhirnya, demi memelihara kelembaban kulit, saya memakai produk yang ringan tapi kaya manfaat. Bukan produk mahal, gaji saya kan secukupnya. Setidaknya, sedikit demi sedikit saya melakukan perawatan ekstra yang sebelumnya jarang saya lakukan, semua ini demi masa depan. Ya, masa depan kulit saya.

'senjata rahasia' saya hanya baby oil, body butter dan krim carmed

Untuk wajah, saya tidak lagi memakai toner saat membersihkan wajah. Sudah tahu kan kalau toner atau penyegar itu mengandung alhokol? Nah, kandungan alkohol di dalam produk kecantikan bisa membuat kulit saya semakin kering. Jadi, bagi kalian yang memiliki kulit seperti saya, jangan sekali-kali mencoba memakai toner walau rasanya nyaman sekali, adem! Kecuali bagi kamu yang kulit wajahnya berminyak, boleh deh pakai untuk mengurangi kadar minyak yang membahana syalala.

Sebagai gantinya, saya memakai baby oil saat membersihkan wajah. Iya, baby oil yang biasa digunakan para bayi. Saya jarang menggunakan sabun cuci muka. Untuk membersihkan sisa make up, saya lebih suka menggunakan baby oil. Selain bisa mengangkat kotoran dengan maksimal, juga bisa melembabkan kulit wajah saya. Fungsi ganda, kan? Memang rasanya sedikit berminyak tapi beberapa menit kemudian minyak itu akan meresap dan membuat kulit wajah jadi kenyal.

Saya mengganti wadah baby oil ke dalam spray, jadi saya lebih mudah menggunakannya. Tinggal semprot pada kapas secukupnya, lalu oleskan merata pada wajah. Paling baik dilakukan sepulang kerja (karena saya memakai bedak hanya ketika keluar rumah, sisa make up terangkat sempurna) dan sebelum tidur.

Untuk kulit tubuh, saya tidak lagi menggunakan body lotion biasa. Body butter-lah yang saya pilih. Rasanya jauh lebih lembab dan masalah kekeringan kulit saya teratasi. Memang produk ini tidak mampu menghalangi ultraviolet menembus kulit, tapi setidaknya kandungan air dan minyak essensial di dalamnya mampu menembus pori-pori dan membuat sel kulit saya tetap sehat. Aromanya pun memikat, lavender, bisa halau nyamuk nakal yang kadang suka mencuri darah saya.

Kalau untuk tumit yang pecah-pecah, saya telah menemukan obatnya. Ada krim yang berfungsi melembutkan kulit. Kandungan 10% urea dan minyak nabatinya sedikit-sedikit mengurangi ketidakpercayadirinya saya. Saya mengoleskannya tiap kali telapak kaki saya bersih, saya pijat lembut dan biarkan hingga krim meresap. Krim carmed urea 10  ini memang terbukti ampuh menyembuhkan tumit / telapak kaki yang pecah-pecah. Coba deh.

Jadi, bagi saya sang pemilik kulit kering, make up yang tidak boleh dipakai ialah yang mengandung alkohol. Entah itu pada pembersih make up sekalipun. Semakin banyak alkohol yang terserap kulit, semakin kering dan mudah keriputlah kulit kita. Jaga kelembaban kulit dengan baik, pakai body butter dan krim yang mengandung moisturizer yang cocok untuk kulit. Karena masing-masing kulit memiliki karakter yang berbeda-beda. Yang penting, tidak boleh malas membersihkan sisa make up agar kulit tampak bersih, segar dan sehat.


Akhir kata, berharap sekali bisa menangin "Crochet and Lipstick Birthday Giveaway!!!" ini. Hadiahnya itu loooh bikin mupeng ...

Mau mau mau ....!


»»  KLIK biar paham...

Repost GA "A Late Halloween Read"

Tidak ada alasan untuk tidak berburu buku-buku gratisan, itu prinsip saya. Prinsip yang bagus, bukan?

Kebetulan Biondy selalu membagi buku-buku gratis di blognya. Yaa....sebagai penggemar, saya harus ikut serta dong :) Kali ini namanya: "October Giveaway: A Late Halloween Read"


Kali ini tidak hanya 1 buku, tapi EMPAT buku sekaligus yang dibagikan! 

1. Bisikan Kotak Musik - A.H. Igama
2. Kamera Pengisap Jiwa - Ruwi Meita
3. Tujuh Hari di Vila Mencekam -  Cerberus Plouton (aka Yoana Dianika)
4. Apartemen Berhantu - Rettania

Peraturannya seperti biasa. Mari kita i ah ya! Mari kita isi Rafflecopter di blognya. Ahay!

Jangan lupa ikutan  "October Giveaway: A Late Halloween Read" yaaa... Karena saya juga ikut serta^^

Jadi ... kita saingan, nih?
Siapa takut!


NB: Ikutan giveaway saya juga yuk 

»»  KLIK biar paham...
21.10.14

Berani Menerbitkan Buku Secara Indie?

Hai, Duniaaa ^^

Semenjak beberapa bulan ini kembali aktif di dunia maya, saya jadi sedikit mewek. Bagaimana tidak? Sebagian besar kawan yang saya kenal melalui media sosial telah memiliki bukunya sendiri. Ya, buku solo, buku yang full hanya berisi tulisannya sendiri. Bukan buku antologi, sang buku keroyokan yanggampang kelar tapi kemudian penulisnya bubar

Sedih... Mengapa saya tidak bisa? Apa tekad saya kurang kuat? Bisa jadi. Saya lalu membuka file-file dalam netbook, hampir semuanya masih 50% hingga 70%. Belum ada naskah yang sempurna. Belum ada naskah yang layak disajikan secara utuh untuk menghibur para pembaca.

Padahal, beberapa tahun lalu semangat saya menjadi penulis sangatlah membara. Even menulis apa saja saya ikuti, baik itu even-even antologi di facebook hingga lomba cerita pendek (cerpen) di kampus dan media cetak. Beberapa antologi telah saya miliki, hasil dari beberapa cerpen yang saya buat. Cerpen masuk koran juga pernah. Pun pada lomba menulis cerpen di kampus, saya meraih juara 3 tingkat nasional. Lumayanlah untuk penulis sepemula saya waktu itu. 

Sebelum mengenal dunia penerbitan, saya pernah berpikir mengapa harga buku semahal itu. Lalu saya pikir, pastilah kalau jadi penulis maka bisa jadi kaya raya. Bayangkan, harga sebuah buku minimal Rp 30.000,-. Bila dikalikan jumlah banyak buku yang terbeli, misalnya 100 eksemplar saja, penulis bisa mengantongi Rp 3.000.000,-. Nah kalau 1000 eksemplar yang terbeli, bisa dihitung sendiri nominalnya. Widih! Tapi  ya... itu pemikiran polos saya, sih.

Nyatanya, dunia penerbitan tidak sedemikian mudahnya mencetak uang. Naskah yang masuk pada sebuah penerbitan perlu seleksi ketat. Dulu, saya baru tahu kalau ada 2 macam penerbit: penerbit mayor dan indie. Selama ini yang dianggap keren ialah bila mampu menembus penerbit mayor, sebab pastinya di sana banyak menerbitkan karya penulis-penulis ternama.

Namun, karena semakin ketatnya persaingan, sepertinya mampu memebus penerbit mayor hanyalah impian. Kalaupun bisa, mungkin itu keberuntungan. Tapi apapun bisa dilakukan apabila ada niat. Dan dulu ketika saya berobsesi untuk bisa menembus penerbit mayor, terlebih dahulu saya pelajari dunia penerbitan melalui penerbit indie.

Banyaknya penerbit indie abal-abal membuat saya waspada. Menurut kisah teman-teman, ada beberapa penerbit indie yang hanya mau uang kita untuk pencetakan karya namun hasilnya hampa. Karena itulah saya lebih selektif dalam memilih penerbit indie. Hingga akhirnya, saya mengenal sebuah penerbitan indie bernama Rasibook.


Yang menarik dari penerbitan ini ialah adanya kata GRATIS. Ini yang saya suka, mata saya langsung cling begitu membaca kata ini. Sebagai self publishing, Rasibook tidak bekerja asal-asalan. Bukan hanya versi cetak yang dijual, tapi juga bisa via aplikasi buku digital. Nah dengan demikian, karya kita bisa semakin luas dikenal orang. Pun bisa terbeli dengan harga terjangkau. Rasibook juga memberikan royalti yang cukup besar pada penulisnya, sekitar 15%. Lumayan kan?

Sebelumnya, banyak yang berkomentar bahwa kata ‘gratis’ berfungsi sebagai pengecoh. Yah, apa-apa di dunia ini, baik itu gratis maupun berbayar pasti ada ketentuannya. Kalau di Rasibook, tersedia beberapa paket penerbitan yang bisa dipilih sesuka hati. Mulai dari Rp 0,- hingga Rp 650.000,-.
 
salah satu hasil tata aksara
Agar bisa menekan biaya pengeluaran, saya belajar tentang tata aksara dan lay out. Ketika saya bisa menguasai keduanya, maka biaya yang dibutuhkan hanya untuk pengurusan ISBN dan pencetakan. Sebenarnya bisa juga sih kita mengurus ISBN sendiri, hanya tinggal mengajukan permohonan ke Badan Perpustakaan Nasional. Tapi rasanya lebih efektif kalau diurusin sang penerbit indie, praktis. Masalah cover, telah terbantu oleh salah seorang teman yang pintar mendesain.

Semenjak itu, saya kemudian menawarkan jasa edit dan lay out pada teman-teman penulis pemula. Saya ingin membantu mereka yang akan menerbitkan secara self publishing agar tidak mengeluarkan biaya terlalu banyak. Sayangnya, ada beberapa penerbit indie yang kemudian ‘merusak’ hasil lay out saya. Tidak perlu saya sebutkan namanya. Entah mengapa hasilnya sedemikian buruk. Mungkin itu akibat terlalu mudanya usia penerbit, kurang pengalaman dan hanya mengejar uang. Yaa... lagi-lagi dibuat ajang coba-coba. Entah bagaimana kabar penerbit tersebut, masih eksis atau sudah gulung tikar. Sudahlah.

Dari banyak pengalaman tersebut, saya bisa memetik hikmah bahwa untuk menjadi penulis haruslah memiliki ketetapan hati yang tinggi. Menjadi konsisiten, menulis hingga selesai. Bukan dengan menyambi pekerjaan, seperti: menulis – mengerjakan lay out – lanjut menulis lagi (eh tadi kisahnya sampai mana ya?) – mikirin promo buku lain – menulis (yaah...). Ah, kacau! Sebab menulis butuh konsentrasi tinggai dan harus dikerjakan sepenuh hati.


Pun pada penerbitan. Tergantung bagaimana komitmen penulis pada hatinya. Apakah ingin meninggikan ego dengan terus menembus penerbitan mayor dengan segala cara agar bisa disebut penulis hebat, ataukah yakin akan kualitas pun kelayakan naskahnya lalu menerbitkan secara indie? Kalau ingin melatih diri kemampuan di bidang penerbitan dengan belajar tata aksara dan tata cetak, gabung saja di self publishing. Siapa yang berani untuk promo dan bertanggung jawab penuh atas karyanya pastilah menerbitkan secara inide. Andakah yang memili keberanian sebesar itu?

»»  KLIK biar paham...
20.10.14

Review: Novel Sebut Saja Mbee!

Judul: Sebut Saja Mbee!
Penulis: @shaunmbeesheep
Tebal: iv + 196 halaman
Cetakan: 1, 2014
Penerbit: Asoka Aksara

Nama gueh (sengaja pake “H” biar gawholl), Mbee. Jangan panggil gue cabe, terong, apalagi terong dicabein. Muke lo aja sini gue ulek! *emosi*. Gue bakalan ngasih lo tentang pengalaman “domba” waktu sekolah. Gue akan kasih penerawangan ke elo semua tentang hal-hal yang gue temuin di sekitar gue mulai dari kancut basah pas jam olahraga, kejombloan angan-angan macari ... (KEPO, gue santet), guru ngeselin, suka duka gue waktu sekolah, sampe masalah pem-bullly-an Dora. Gue kasih contekannya, biar elo nggak ikut ujian remedial. Nih, gentong naga!!!!


Dora yang teraniaya
Beberapa tahun lalu, booming banget kartun Shaun the Sheep. Dora, apalagi. Awalnya saya menduga bahwa @shaunmbeesheep fans berat kedua kartun terseebut. Ternyata saya salah! Sebab dia malah mem-bully boneka Dora dan membuatnya sebagai gantungan dan pocong pintu kelas. Hiyaaa... Sadis!

Di awal cerita, Mbee menjelaskan tentang asal muasal nama kecenya tersebut. Nama aslinya sih dirahasiakan, tapi mari kita sebut aja Mawar #eh Mbee. Dia curhat kalau waktu SD, menjadi kaum terasingkan. Kaum yang kurang mendapat hak istimewa untuk membuat masa SD jadi tak terlupa. Eh nyatanya dia salah, justru masa SD dan masa selanjutnya membuatnya sebeken sekarang. Terutama ya ... masalah kancut basah yang bikin seluruh dunia tahu kalau dulu dia pernah pinjam kancut Riza (dan hingga sekarang belum dikembalikan).

...  Selain itu, gue juga nggak termasuk golongan anak-anak populer waktu SD. Itu semakin membuat gue terasingkan dari tempat ini. Anak-anak yang populer, mainnya sama yang populer. Huft. Dari kecil aja sudah ngebeda-bedain orang. ... (halaman 2)

Selain pesan moral, kita bisa mempelajari aneka karakter orang dari novel ini. Ada beberapa teman anti-mainstream Mbee yang bikin geleng-geleng kepala. Asolichat, salah satunya. Dia anaknya melow abis. Tekad move on-nya pun sangat mendarah daging.

Buktinya, saat Mbee minta tolong diambilkan pulpennya yang terjatuh tepat di belakang Asolichat, si cewek tersebut menolak dan berucap, “Maaf, gue nggak suka ngeliat ke belakang. Gue bukan tipe orang yang selalu ngungkit-ngungkit masa lalu. Gue harus move on. Pelajaran hidup gue masih panjang.”
 
saya punya #SebutSajaMbee
Ah, punya satu teman ‘tak biasa’ saja sudah bikin sakit kepala. Padahal Mbee maih harus berurusan dengan si-Bingung dan si-Lemot dalam mengemban amanat Kepala Sekolah. Bagaimana cara Mbee bertahan hidup? Pun bagaimana cara kita bertahan hidup setelah membaca novel komedi ini? Jangan lupa ikuti juga tes kerjaan apa yang cocok buat kita, ya. Hanya ada di dalam Sebut Saja Mbee. Jangan ketinggalan! Buruan beli sebelum kehabisan! #malahpromo

Kisah Mbee ini kisah nyata, dengan setting sekolah dan rumah. Hei, dia jomblo loh! Bagi kamu yang pengen PDKT dengan Mbee, sangat disarankan untuk mengulik segala informasi di dalam novel ini. Pelajarin sikap Mbee yang alim dan hobi mengaji. Tapi jangan ikuti keusilannya, ya.

Yang bikin baca Sebut Saja Mbee ini makin asyik ialah dengan disajikannya ilustrasi cerita yang menarik. Gak hanya satu, tapi ada beberapa dan tampak semacam komik mini. Sosok Mbee digambarkan dengan selalu memakai hoody, jaket berkupluk kambing. Warnanya putih unyu, ada tanduknya, ada telinganya... Sukaaa! Boleh tahu gak macam gituan bisa dipesan di mana? Mau dong!

Kenapa saat pelajaran sejarah,
kita malah diajarin untuk
mengungkit-ungkit masa lalu terus ya?
-- Mbee




»»  KLIK biar paham...

Happy Milad Day, Vey!

Holaaaa ... lamo tak jumpo^^
Vey, happy milad day, yah. Semoga semua yang kamu inginkan bisa tercapai di tahun ini. Kalaupun tahun ini belum terpenuhi  (karena memang sudah masuk akhir bulan), moga bisa di tahun depan, atau tahun depannya lagi, atau depan depannya lagi! Pokoknya moga tercapai semua deh! Sabar ... Kan Allah menjanjikan pemenuhan doa hambaNya dengan segera atau ditunda dulu sementara waktu =)

Gimana kabar kamu? Bojonego dan taman baca yang ikut kamu kelola? Bagaimana kabar Caboru? Semoga semuanya baik-baik saja dan berjalan baik sebagaimana mestinya. Kalau kabar saya sih yaaa begini ini. blog saya juga masih begini, tapi InsyaAllah bulan depan mau ganti domain. Apa yaa nama yang bagus? Pengennya pakai nama asli saya aja deh. Gimana? Bagus gak? ^^ Vey mau ikut ganti domain juga gak?

Dulu ... kita seriiing banget SMS-an. Sekarang udah enggak lagi. Tapi saya sekarang emang udah jarang SMS-an sama siapapun sih, kecuali sama Mama dan yaaah... Ndoro Li. Ponsel cuma dipakai buat main game, haha. Eh, selama kita berteman ini, sekalipun saya belum tahu suara kamu. Pun belum pernah bersua >.< Padahal kapan hari kamu main ke Kampung Boekoe Surabaya, tapi saya malah gak bisa nemui kamu. Huhuhu .... Moga kapan-kapan kita bisa ketemu, ya? :’)
Vey, apa sekarang kamu mulai membuka identitasmu? Ituuuh... profil picture facebook sempat memperlihatkan wajahmu dengan jelas =) Saya tahu Vey tidak suka memasang potret close up wajah. Tapi gak pa-pa loh sekali-kali, biar makin banyak yang mengenalmu ... Tujuan kita punya akun di dunia maya kan buat nambah banyak teman. Iya kan? ^^

Terakhir, cuma bilang kalau saya senang baca kisah tentang keluargamu. Kamu punya keluarga yang harmonis. Ayah-Ibu-Adik, semuanya rukun. Mungkin itu sesuatu yang tidak saya miliki. Tapi di kemudian hari, saya ingin membangun keluarga seperti keluargamu ... jadi istri yang punya suami yang baik, juga anak-anak yang manis dan kami bisa hidup rukun selamanya. Doakan ya? Moga kamu juga segera menemukan jodoh terbaikmu; lelaki bertanggung jawab seperti ayahmu dan memiliki anak-anak serukun kamu dan adik lelaki-perempuanmu.

Happy milad day, Vey ... Barakallah ...
Semoga terkabul lanjut S2-nya di Ausie atau Jepang.
Allah selalu bersamamu dan menjaga hidupmu =)


Salam manis,
Artha Maula Amalia


»»  KLIK biar paham...
18.10.14

Giveaway: Klik dan Dapat Pulsa

Hai hai ...
Kawan sekalian, tahu gak kalau dunia ini makin kejam? Makin banyak penjahat!

Eh eh, kok tiba-tiba ngomongin penjahat?

Iya...
Jadi, tahu kan kalau saya lagi gencar promoin mobil Mama via sosial media? Yaaa namanya juga anak, pengen bantuin Mama jual mobilnya biar bisa beli mobil baru idaman Mama. Selain saya tulis di blog ini dengan judul Minat Mobil Carry 1990 30jeti, saya juga iklanin di facebook, twitter dan OLX.
SC ini mobil Mama

Nah, beberapa waktu lalu setelah saya ngiklan, ada yang telepon. Bilangnya sukaaa banget sama ini mobil tua, udah fix untuk harga. Bilangnya nunggu Sabtu (hari ini) untuk pembayarannya. Anehnya, ini orang gak tanya alamat rumah kami, gak pengen nengok kondisi mobilnya. Main deal-deal aja.

Terus, Jumat kemarin kan saya dan Mama ke Auto2000 Waru, survey harga termurah. Mbak marketingnya ngasih tahu kalau hari ini ada bursa mobil bekas, siapa tahu mobil Mama bisa ditukartambahin buat DP. Karena Mama udah cocok sama harga di sini, jadilah Mama pengen ikutan even tukar tambah ini. Tapiii ... Mama jadi gak enak sama orang yang katanya sudah sreg sama mobil Mama. Jadilah beliau hubungi itu mas-mas yang selanjutnya enaknya kita sebut Mas-Mbijuk saja.

Mas Mbijuk minta nomor rekening, katanya mau transfer sejumlah uang. Yaa karena saya orangnya mikir baik mulu, saya kasih aja no rekening saya. Terus, Mas Mbijuk bilang kalau udah transfer. Sejam kemudian, saya sama Mama langsung ke ATM, soalnya saya gak bisa ngecek via m-banking. Dan ... gak ada transferan, tuh. Saldo saya sesuai hasil jerih payah saya selama ini.

Pagi tadi, Mas Mbijuk telepon kalau beneran udah transfer. Malah katanya mau di call conference-in sama costumer service Bank Mandiri. Jadi, dia transfer via Bank kece tersebut, tapi katanya eror. Makanya mau disambungin langsung sama CS biar saya bisa denger penjelasan si CS.

CS: Iya benar, Mbak. Ini ada trouble. Sekarang saya sedang berusaha mengirimkannya kembali. Mbak mungkin bisa bantu untuk pengecekannya secara langsung. Lokasi Mbak di mana?

Saya: Ini di depan ATM, Mas (padahal saya lagi di ruangan, jam kerja woooy!)

CS: Baik, ikuti instruksi saya biar transferannya masuk ya. Masukkan kartu pada ATM

Saya: Iya, sudahhh ... (padahal saya lagi duduk-duduk. Jadi dari awal emang sudah saya cuekin. Logikanya, ngapain saya disuruh stand by di ATM. Wong kalau benar sudah transfer, kirim bukti trasferan via email/WA/twitter loo bisa. Ini orangnya yang dodol atau ngira saya dodol?)

CS: Di layar ada tulisan apa?

Saya: Cek saldo, transfer ...

CS: Ada tulisan apa lagi?

Saya jadi teringat momen di mana saya hampir saja kena tipu dengan mentransfer isi tabungan saya pada nomor rekening penelepon saya. Buru-buru saya matikan telepon dan laporan pada Mama, "Mas Mbijuk itu penipu, Ma... Bla bla bla ..."

Ah, memang rawan sekali ya memamerkan nomor ponsel di sosial media. Tapi yaaa gimana lagi, dong? Ini juga sekalian nawar-nawarin ke teman dan saudara di dunia nyata. Namanya usaha. Siapa tahu juga 'jodoh' plus tuan baru si SC, mobil Mama, didapat dari dunia maya. Iya gak?

Maaf tadi curhat, haha. Kebiasaan ih!
Yaa sekalian, biar teman-teman gak jadi korban penipuan seperti saya. Jangan pernah ikuti instruksi penelepon kalian untuk 'main' klik-klik di depan ATM. JANGAN!

Yang mau dapat pulsa gratis, hayuuuk ikuti langkah berikut ya... Tersedia 5 voucher pulsa all operator senilai masing-masing Rp 10.000,- untuk 5 pemenang (lewat undian pastinya). Lumayan ...

1. Buka iklan saya di OLX: http://www.olx.co.id/iklan/suzuki-carry-1-0-karoseri-piala-mas-tahun-1990-72258741.html
2. Klik 2 tombol share di bagian bawah, via twitter dan facebook
3. Kalau sudah, tulis nama akun facebook dan twitter kamu pada komentar di postingan ini.

Secara gak langsung, kawan semua udah bantu saya untuk ikut jualin mobil Mama saya. Makasih yaaa... ^^

Bulan depan, InsyaAllah tanggal 20 November 2014, giveaway ini ditutup. Pengumuman pemenangnya antara tanggal 21 - 24 November 2014. Tepatnya tanggal berapa, kondisional. Soalnya antara tanggal segitu saya lagi ujian ^^ Saya juga gak tahu pastinya ujian tanggal berapa, takutnya kalau pengumuman di tanggal A eh ternyata di tanggal segitu saya gak sempat main interne.

Okay ...
Makasih udah baca ...
dan
makasih udah ikutan giveaway-nyaaa...

Moga pulsanya mengisi nomor ponselmu^^

»»  KLIK biar paham...